Real Madrid tengah diterpa kabar kurang sedap terkait hubungan antara pelatih interim, Alvaro Arbeloa, dengan para pemainnya. Sejumlah laporan dari media Spanyol mengindikasikan adanya ketidakpuasan di kalangan skuad Los Blancos terhadap gaya kepelatihan Arbeloa.
Arbeloa Gantikan Xabi Alonso
Arbeloa ditunjuk sebagai pelatih kepala Real Madrid menggantikan Xabi Alonso yang dipecat. Ia dijadwalkan akan menukangi tim hingga akhir musim 2025/26. Sebelumnya, Arbeloa memiliki pengalaman melatih tim akademi Real Madrid.
Di bawah asuhannya, Arbeloa telah memimpin Real Madrid dalam enam pertandingan di berbagai kompetisi, dengan catatan empat kemenangan dan dua kekalahan. Meskipun demikian, performa tim tampaknya belum sepenuhnya memuaskan para pemain.
Keraguan Taktik dan Kekalahan Krusial
Awalnya, Arbeloa disebut memberikan kebebasan lebih kepada Vinicius Junior dan rekan-rekannya di lapangan. Namun, seiring berjalannya waktu, para pemain mulai meragukan efektivitas taktik yang diterapkan oleh sang pelatih. Pemicu utama ketidakpuasan ini diduga kuat adalah kekalahan 2-4 dari Benfica pada laga terakhir fase grup Liga Champions. Dalam pertandingan tersebut, Arbeloa dinilai lambat dalam melakukan adaptasi taktik terhadap strategi lawan.
Keraguan Petinggi Klub dan Target Ambisius
Ketidakpuasan tidak hanya dirasakan oleh para pemain. Kabarnya, beberapa petinggi Real Madrid juga turut menyuarakan keraguan terhadap kemampuan Arbeloa dalam mengemban tugas berat ini. Target Arbeloa bersama Real Madrid sangatlah ambisius, yakni meraih gelar LaLiga dan berjuang hingga tahap akhir di Liga Champions.
Di kancah Eropa, Real Madrid dijadwalkan akan kembali menghadapi Benfica di babak playoff 16 besar Liga Champions. Sementara itu, di LaLiga, Barcelona masih kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan satu poin atas El Real. Meskipun trofi LaLiga dinilai sebagai target yang lebih realistis, posisi Arbeloa sebagai pelatih tidak akan aman jika hasil buruk terus menghantui tim dalam beberapa pertandingan ke depan.






