Mantan pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, angkat bicara mengenai kegagalan Xabi Alonso menukangi klub raksasa Spanyol tersebut. Ancelotti menyatakan simpati dan menyebutkan bahwa Alonso tidak diberi cukup waktu untuk beradaptasi.
Perjalanan Singkat Xabi Alonso di Real Madrid
Xabi Alonso hanya mampu bertahan selama delapan bulan di kursi kepelatihan Real Madrid. Ia mulai menjabat pada Juni 2025 dan harus angkat koper pada Januari 2026. Selama masa baktinya, Alonso memimpin tim dalam 34 pertandingan, mencatatkan 24 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 6 kekalahan.
Posisinya kemudian digantikan oleh Alvaro Arbeloa. Perjalanan Alonso di Madrid tidak lepas dari drama. Salah satu isu yang mencuat adalah ketidakakurannya dengan pemain Vinicius Jr. Vinicius dilaporkan kerap memprotes keputusannya yang sering menariknya keluar lapangan, menciptakan ketegangan di ruang ganti.
Kegagalan di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona turut memperburuk nasib Alonso.
Analisis Carlo Ancelotti
Menanggapi situasi tersebut, Carlo Ancelotti, yang merupakan mantan pelatih Madrid, memberikan pandangannya. Ia menilai bahwa kegagalan Alonso disebabkan oleh masalah adaptasi dan minimnya waktu yang diberikan.
“Alonso banyak hadapi kesulitan di Madrid, terutama soal adaptasi. Itu merupakan komponen penting bagi seorang pelatih,” ungkap Ancelotti, seperti dikutip dari Tribuna.
“Alonso tidak mendapat waktu yang cukup,” tambahnya, menyiratkan bahwa periode delapan bulan terlalu singkat bagi seorang pelatih untuk membangun tim dan menerapkan strateginya.
Potensi Karier Alonso Selanjutnya
Kabar beredar menyebutkan bahwa Xabi Alonso berencana melanjutkan kariernya di Premier League. Klub-klub besar seperti Liverpool atau Manchester City disebut-sebut menjadi destinasi potensial baginya.






