Sepakbola

De Jong Sebut Gol Cubarsi Dianulir VAR sebagai ‘Skandal’ di Laga Barcelona vs Atletico

Advertisement

Gelandang Barcelona, Frenkie de Jong, meluapkan kekesalannya terhadap keputusan wasit yang menganulir gol Pau Cubarsi dalam pertandingan melawan Atletico Madrid. Ia secara tegas mempertanyakan keabsahan tayangan offside yang menjadi dasar pembatalan gol tersebut.

Barcelona Babak Belur di Metropolitano

Barcelona mengalami kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey yang berlangsung di Metropolitano Stadium, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. Dalam kondisi tertinggal empat gol, Barcelona sempat memperkecil kedudukan melalui gol Pau Cubarsi pada menit ke-52.

Namun, setelah proses pengecekan VAR yang memakan waktu hingga delapan menit, gol tersebut akhirnya dianulir karena dianggap offside. Tayangan ulang yang disajikan tidak sepenuhnya memperjelas duduk persoalan.

Kontroversi Tayangan Offside

Gambar yang ditampilkan menunjukkan Cubarsi berada dalam posisi sedikit offside saat bola yang memantul dari Robert Lewandowski mengarah kepadanya. Menariknya, Komite Teknis Perwasitan Spanyol kemudian mengonfirmasi bahwa sistem offside semi-otomatis tidak berfungsi pada momen krusial tersebut.

De Jong mengungkapkan rasa frustrasinya yang mendalam atas keputusan kontroversial ini. Ia merasa tayangan yang disajikan tidak akurat dan merugikan timnya.

Advertisement

"Kemudian saya melihat gambar di mana Anda dengan jelas bisa melihat dia tidak offside. Gambar yang mereka tayangkan di TV tidak menunjukkan momen tepatnya ketika Fermin menendang bola. Ada gambar Fermin menembak ketika bek berada satu meter dari Lewandowski," ujar De Jong kepada SportyTV.

Ia menambahkan, keraguan De Jong semakin besar mengingat potensi ketidakakuratan visualisasi yang disajikan.

"Jadi, apakah Anda pikir ini sangat aneh? Saya tidak bisa apa-apa soal ini, karena … Dan saya kira kalau gambar yang saya lihat bukan AI … ini skandal karena sangat jelas," kata De Jong dengan nada geram.

Kemarahan De Jong mencerminkan kekecewaan mendalam atas keputusan yang dinilainya merusak jalannya pertandingan dan berpotensi mengubah hasil akhir.

Advertisement