Sepakbola

Federico Dimarco Merendah Meski Disebut Bek Kiri Terbaik Dunia Pasca Laga Sassuolo

Advertisement

Bek kiri Inter Milan, Federico Dimarco, menanggapi pujian yang menyebutnya sebagai salah satu bek kiri terbaik di dunia menyusul penampilan gemilangnya saat Inter Milan membantai Sassuolo 5-0 pada Senin (9/2) dini hari WIB. Dimarco tampil impresif dengan mencatatkan tiga assist, satu tembakan yang membentur mistar, dan satu sapuan di garis gawang.

Statistik Mengesankan Dimarco di Serie A

Performa apik Dimarco tidak hanya terlihat di laga melawan Sassuolo, tetapi juga tercermin dalam statistiknya di Serie A musim ini. Pemain berusia 28 tahun itu telah mengemas 13 assist dan tambahan lima gol dalam 22 penampilan untuk Inter Milan, yang dijuluki Nerazzurri.

Pujian dari Lautaro Martinez

Kapten sekaligus striker Inter Milan, Lautaro Martinez, tidak ragu memberikan pujian setinggi langit kepada rekan setimnya itu. “Hari ini dia menunjukkan bahwa dia salah satu bek kiri terbaik di dunia. Dia menentukan pertandingan sekarang. Tim memang yang paling penting, tapi level individu juga penting,” ujar Lautaro Martinez usai pertandingan.

Dimarco Sejajar dengan Bintang Eropa

Dengan performanya, Dimarco menjadi pemain ketiga di liga-liga top Eropa yang berhasil mencatatkan dua digit assist musim ini. Ia menyusul winger Bayern Munich, Michael Olise, yang mengoleksi 18 assist, dan playmaker Manchester United, Bruno Fernandes, dengan 12 assist.

Advertisement

Dimarco Tetap Rendah Hati

Menanggapi pujian dari Lautaro Martinez dan statusnya sebagai salah satu bek kiri terbaik, Dimarco memilih untuk tetap merendah. “Terkait tembakan yang mengenai mistar itu, aku tidak menendangnya dengan baik,” katanya kepada DAZN, merujuk pada peluangnya yang membentur mistar gawang.

Lebih lanjut, Dimarco menekankan pentingnya hasil tim di atas performa individu. “Aku enggak merasa aku adalah pemain yang istimewa. Di dalam sepakbola itu, ketika Anda tampil baik, Anda adalah seorang fenomena, tapi ketika Anda main jelek maka Anda tidak berguna. Pada akhirnya, hasil tim adalah yang penting, bukan individu,” pungkasnya.

Advertisement