Mantan pemain Arsenal, Paul Merson, menyoroti masalah krusial yang masih menghantui klub kesayangannya, yakni lini serang yang dinilai belum konsisten. Pernyataan ini dilontarkan Merson menyusul kemenangan meyakinkan 3-0 Arsenal atas Sunderland dalam lanjutan Liga Inggris di Emirates Stadium, Minggu (8/2/2026).
Performa Lini Serang yang Dipertanyakan
Tiga gol kemenangan Arsenal dicetak oleh Martin Zubimendi dan dua gol dari Viktor Gyokeres. Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris dengan raihan 57 poin.
Meski demikian, Merson merasa The Gunners masih memiliki pekerjaan rumah besar. Ia secara spesifik menunjuk performa lini serang sebagai titik lemah yang perlu segera dibenahi oleh manajer Mikel Arteta.
Viktor Gyokeres, yang menjadi sorotan utama, memang mampu mencetak dua gol dalam laga kontra Sunderland. Namun, Merson mengingatkan bahwa Gyokeres sempat mengalami periode paceklik gol, bahkan hanya mencetak satu gol dalam 11 pekan sebelumnya. Hingga kini, penyerang asal Swedia tersebut baru mengoleksi delapan gol di Liga Inggris, sebuah catatan yang belum sepenuhnya menjawab ekspektasi sejak didatangkan dari Sporting CP di awal musim.
Gabriel Jesus Belum Konsisten
Posisi pelapis Gyokeres diisi oleh Gabriel Jesus. Namun, pemain asal Brasil ini juga belum menunjukkan performa yang konsisten pasca pulih dari cedera. Jesus baru tampil dalam 10 laga Liga Inggris musim ini dengan sumbangan dua gol.
Solusi Arteta yang Ditunggu
Merson berpendapat bahwa Mikel Arteta harus segera mencari solusi konkret. Baginya, terus merotasi Gyokeres dan Jesus sebagai starter bukanlah strategi yang bijak.
“Saat ini Arteta benar-benar tidak bisa menentukan apa yang harus dilakukan. Jika dia memainkan Jesus seperti saat melawan Manchester United lalu Jesus kesulitan,” ujar Merson dikutip dari Sky Sports.
Ia melanjutkan, “Minggu berikutnya dia memainkan Gyokeres dan Gyokeres juga kesulitan, kemudian Jesus masuk. Kali ini Jesus bermain, dia kesulitan, lalu Gyokeres masuk dan mencetak gol. Ini benar-benar sulit dalam hal menentukan apa yang harus dilakukan saat ini karena siapa pun yang menjadi starter tidak benar-benar tampil bagus. Satu pemain lainnya harus masuk sebagai pengganti.”
Situasi ini menempatkan Arteta dalam dilema untuk menemukan penyerang yang dapat diandalkan secara konsisten demi menjaga momentum Arsenal di papan atas klasemen.






