Presenter Lee Jeong Hoon membagikan kabar terbaru mengenai putrinya, Zoe, yang kini menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Ia mengaku terkejut sekaligus bangga melihat perubahan Zoe yang menjadi lebih mandiri.
Lee menceritakan momen pertemuannya dengan Zoe saat berkunjung ke Amerika. Kesempatan ini dimanfaatkannya untuk melakukan percakapan mendalam tanpa gangguan, sesuatu yang jarang terjadi di rumah karena kesibukan mengurus anak-anak lain.
“Selama ini kan dia selalu ada kakaknya atau adiknya, jadi selama ini nggak pernah kita bisa fokus khusus Zoe. Tapi kali ini benar-benar bisa fokus sama dia,” ungkap Lee Jeong Hoon kepada wartawan di Studio Rumpi: No Secret TransTV, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).
Suami Moa Aeim ini mengungkapkan bahwa Zoe sebelumnya dikenal sebagai anak yang sangat tertutup dan pemalu, bahkan tidak berani memesan makanan sendiri di restoran. Namun, kehidupan mandiri di Amerika Serikat telah mengubah segalanya.
“Kalau sekarang dia bisa order sendiri. Bahkan saya kaget pergi, ‘Ini ada temannya, ini ada temannya’. Jadi temannya banyak banget. Terus dia sangat jadi ceria,” cerita Lee antusias.
Menurut Lee, perubahan ini bukan semata-mata karena lokasi sekolahnya, melainkan tuntutan hidup mandiri. Tanpa bantuan asisten rumah tangga atau orang tua, Zoe dipaksa keluar dari zona nyamannya.
“Dia harus mandiri untuk berjuang hidup sendiri. Harus cuci piring, cuci baju, setrika sendiri. Jadi sekarang perubahannya lumayan drastis sih,” tambahnya.
Tak hanya mandiri mengurus diri sendiri, Zoe juga menunjukkan keinginan untuk mencari pengalaman kerja. Lee menyebut putrinya berencana mengambil pekerjaan paruh waktu di sebuah restoran Jepang.
“Mungkin Maret atau April awal, ada restoran Jepang. Kemarin sempat ngobrol, kayaknya dia bisa kerja di situ part-time. Mungkin sehari 4-5 jam. Jadi buat cari pengalaman, dan juga sekaligus ya dia uang sakulah ya,” jelas Lee.
Melihat perkembangan Zoe, Lee Jeong Hoon mendapatkan pelajaran berharga sebagai orang tua. Ia menyadari bahwa materi berlimpah atau barang branded bukanlah hal utama yang diinginkan sang anak.
Lee mengaku sempat merasa cukup hanya dengan membiayai sekolah, membelikan barang mahal, dan menyupiri saat akhir pekan. Namun, realitanya berbeda.
“Ternyata sebagai anak, orang tua itu kadang nggak berharap itu sih. Dia itu harapnya sekolah dianterin, jalan kaki pulang dijemput, makan di kafe santai, mungkin sore-sore ngobrol. Ternyata anak harapannya itu, bukan seperti yang kita pikir itu yang bagus-bagus materi,” pungkas Lee Jeong Hoon penuh haru.






