Nama Chiki Fawzi menjadi sorotan publik setelah dirinya dikeluarkan dari jajaran petugas haji 2026 melalui jalur influencer. Keputusan mendadak ini membuat putri Ikang Fawzi tersebut mengaku sangat kecewa, terutama karena ia merasa telah mengikuti seluruh proses yang diminta.
Chiki mengungkapkan bahwa ia telah menjalani serangkaian pelatihan sebelum akhirnya dipulangkan. Padahal, ia memiliki komitmen lain sebagai aktivis di Palestina dan negara-negara konflik lainnya. “Aku hadir, aku datang, aku ikut semua pelatihannya. Tiba-tiba di tengah malam aku dipulangkan. Yang di mana di awal aku bersama influencer lain kita ada kegiatan di Palestine, Suriah untuk bantuan winter dan memang ada di-plan di awal,” kata Chiki Fawzi di Studio Brownis Trans TV, Jumat (6/2/2026).
Kekecewaan Chiki semakin memuncak karena ia merasa menjadi satu-satunya influencer yang dipulangkan. “Tapi yang dipulangin hanya aku saja. Jadi memang alasan yang aku sampaikan itu tidak dilebihkan. Memang itu yang mereka sampaikan. Ada hal yang lebih besar di atas itu yang ya ternyata nggak suka aku ada di situ,” ungkapnya.
Menanggapi anggapan publik yang menyebut dirinya mencari sensasi atau drama, Chiki membantah keras. Ia menegaskan langkahnya adalah bentuk pembelaan diri dari fitnah. “Yang aku lakukan adalah ketika aku difitnah oleh banyak mesin-mesin fitnah, aku membela diri karena fitnahnya sudah nggak masuk logika. Lalu aku bikin kronologi, aku kasih lihat video ketika ketemu Pak Wamen, tim Kemenhaj bersama influencer lain, secara chronologic ya aku upload,” jelasnya.
Namun, setelah klarifikasi tersebut diunggah, Chiki merasa kembali disudutkan. “Nah dari situ di-framing lagi, diserang lagi. Sebenarnya aku pun sudah nggak pengin balik ke sana. Menurut aku, aku harus menghargai diri aku sendiri. Tapi kenapa di-framing terus? Gitu,” ujarnya.
Ia menambahkan tidak ingin ada drama lagi. “Aku tuh juga bukan orang yang suka drama. Jadi please sudah saja. Karena memang I need to move on, melanjutkan hidup,” katanya.
Saat ditanya wartawan mengenai perasaannya, Chiki mengaku tidak nyaman. “Aku sudah total lho. Ini kan untuk jadi petugas haji ya. Hal haji yang harusnya suci. Ya aku dapat tindakan nggak adil seperti ini,” tuturnya.
Ia bahkan menyindir perlakuan yang diterimanya. “Aneh, aku cuma mau jadi petugas haji kok treatment-nya kayak seakan-akan aku mau jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia gitu loh,” keluhnya.
Bagi Chiki, menjadi petugas haji merupakan panggilan besar dalam hidupnya. “Jadi memang petugas haji ini kayak semacam highest calling aku. Lalu tiba-tiba diginiin ketika aku sudah siap mengabdi,” katanya.
Meski demikian, ia mencoba berdamai dengan keadaan. “Mungkin memang Allah punya rencana lain buat aku. Atau mungkin Allah menyelamatkan aku dari hal lain. Ya aku jalanin aja sih ini,” ujarnya.
Terkait isu yang menyebut dirinya tidak dicopot melainkan tidak lolos seleksi, Chiki memberikan klarifikasi. Menurutnya, di awal ia ditunjuk langsung. “Aku ikut ujian saja nggak, kan penunjukan langsung. Aku dan teman-teman influencer tuh nggak ikut ujian CAT (Computer Assisted Test). Kita PL, Penunjukan Langsung. Seperti orang-orang kementerian, seperti yang lain, ada namanya lewat jalur PL. Nah itu dia kenapa fitnahnya banyak sekali,” jelasnya.
Di akhir, ia mengaku mengetahui alasan kepulangannya. “Sebenarnya saya tahu alasan kenapa saya diminta pulang karena ada arahan dari atasan. Dan ya sudah aku bisa terima,” pungkas Chiki.






