Cremona – Kiper Cremonese, Emil Audero Mulyadi, mengungkapkan rasa herannya atas aksi pelemparan petasan yang dilakukan oleh oknum suporter Inter Milan kepadanya. Audero secara spesifik ingin mengetahui alasan di balik tindakan tersebut.
Insiden di Stadion Giovanni Zini
Kekalahan Cremonese dengan skor 0-2 dari Inter Milan pada pertandingan akhir pekan lalu di Stadion Giovanni Zini diwarnai insiden tidak menyenangkan. Pada awal babak kedua, Emil Audero terkapar setelah terkena lemparan petasan yang berasal dari tribun penonton.
Akibat insiden tersebut, Audero mengalami luka robek pada paha kanannya dan sempat mengalami gangguan pendengaran sementara. Meskipun demikian, kiper yang juga merupakan penggawa Timnas Indonesia itu masih dapat melanjutkan pertandingan hingga usai.
Pertanyaan Audero kepada Pelaku
Meskipun tidak mengalami cedera serius, Emil Audero secara terbuka mempertanyakan motif di balik tindakan nekat tersebut. “Saya ingin bertanya kepada siapa pun yang melempar petasan itu mengapa. Mengapa Anda memutuskan untuk melukai orang lain dan diri Anda sendiri? Jelaskan kepada saya arti dari semua ini,” ujar Audero, seperti dilansir dari Cremona Sport.
Ia menambahkan bahwa sepak bola seharusnya menjadi sarana penyampaian nilai-nilai positif. “Sepakbola semestinya menyampaikan nilai-nilai, dan memiliki kekuatan yang sangat besar dalam hal itu. Sepakbola adalah tentang kesenangan, keterampilan, kualitas, komitmen, dan gairah,” tuturnya.
“Itu adalah prinsip-prinsip yang ingin dan harus kita sampaikan. Itulah mengapa apa yang terjadi tidak dapat diterima, terutama pada saat yang sensitif seperti ini,” tegasnya.
Tindakan Tegas Pihak Berwenang
Menanggapi insiden tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat mengidentifikasi dan menangkap pelaku pelemparan petasan. Seorang suporter Inter Milan berusia 19 tahun berhasil diamankan setelah teridentifikasi melalui rekaman video stadion.
Akibat ulah oknum suporternya, Inter Milan juga turut menerima sanksi. Kementerian Dalam Negeri Italia menjatuhkan hukuman larangan bagi Nerazzurri untuk didampingi oleh suporternya dalam tiga laga tandang Serie A.






