Sepakbola

Erling Haaland Tertekan Standar Tinggi, Pep Guardiola: Dia ‘Makan’ Ekspektasi Sendiri

Advertisement

Manchester, Inggris – Striker Manchester City, Erling Haaland, tengah menghadapi periode sulit dalam mencetak gol sejak akhir Desember 2025. Manajer Pep Guardiola menilai bahwa ‘musuh’ terbesar Haaland saat ini adalah standar tinggi yang ia tetapkan sendiri.

Paceklik Gol Setelah Awal Musim Gemilang

Di awal musim 2025-2026, Haaland tampil impresif dengan memborong banyak gol di Liga Inggris. Hingga pekan ke-17 Premier League, penyerang berusia 25 tahun itu telah mengoleksi 19 gol. Namun, performanya mulai menurun drastis sejak pertandingan melawan Nottingham Forest pada 27 Desember 2025.

Dalam delapan pertandingan terakhir, Haaland hanya mampu mencetak dua gol. Salah satunya adalah gol penalti yang krusial dalam kemenangan dramatis Manchester City di kandang Liverpool pada akhir pekan lalu. Gol tersebut diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan bagi Haaland.

Guardiola: Haaland Terbebani Ekspektasi

Pep Guardiola mengungkapkan bahwa kesulitan yang dihadapi Haaland disebabkan oleh standar performa yang sangat tinggi. Ketika menghadapi momen sulit, pemain internasional Norwegia itu cenderung ‘termakan’ oleh ekspektasi besar yang ia pasang sendiri di pundaknya.

“Masalah dengan Haaland adalah dia harus berurusan dengan angka-angkanya sendiri dan ekspektasi-ekspektasi. Saya selalu bilang ke dia untuk tak menaruh tekanan terlalu besar ke diri sendiri,” ujar Guardiola, dikutip dari BBC.

Ia menambahkan, “Dia menempatkan tanggung jawab yang begitu banyak pada dirinya. Dia itu sosok yang sangat ingin membantu tim dan klub.”

Advertisement

Harapan Guardiola untuk Haaland

Guardiola berharap Haaland dapat bersikap lebih santai dan tidak terlalu membebani diri sendiri. Baginya, yang terpenting adalah Haaland terus bekerja keras di lapangan, karena kontribusi seorang pemain tidak melulu diukur dari jumlah gol.

“Dia bersikap tenang kok, tapi dia memang memberikan tekanan ke diri sendiri, dia tahu betapa butuhnya kami terhadap dirinya. Dia tak ingin mengecewakan tim, itu adalah sebuah atribut penting,” jelas pelatih asal Catalunya itu.

“Saya akan lebih suka seseorang yang tak peduli. Dia itu benar-benar kebalikannya, dia menderita saat tak mencetak gol.”

Guardiola menutup dengan pesan, “Tak perlu menderita, lakukan yang terbaik. Berlarilah bersama tim dan hal lainnya tak penting lagi.”

Advertisement