Kobbie Mainoo kembali menunjukkan performa gemilang saat Manchester United menjamu Tottenham Hotspur pada Sabtu (7/2/2026). Gelandang berusia 20 tahun itu tampil penuh sejak diturunkan sebagai starter oleh pelatih Michael Carrick, membuktikan kualitasnya yang sempat terabaikan di era sebelumnya.
Mainoo Jadi Pilar di Lini Tengah MU
Sejak ditunjuk sebagai pelatih, Michael Carrick secara konsisten menurunkan Mainoo dalam susunan pemain utama. Mainoo ditempatkan sebagai poros ganda bersama Casemiro, dan perannya sangat krusial dalam menjaga keseimbangan permainan tim. Penampilannya yang impresif tidak hanya terlihat saat MU membungkam Manchester City dengan skor 2-0, tetapi juga kembali bersinar saat menaklukkan Tottenham Hotspur.
Dalam pertandingan melawan Tottenham, Mainoo tidak hanya mencatatkan satu assist, tetapi juga menunjukkan efektivitas umpan dengan 94% umpan sukses. Ia juga menciptakan empat umpan kunci dan berhasil melewati lawan dalam dua aksi dribel, menunjukkan kontribusi signifikan dalam serangan maupun pertahanan.
Pembuktian Kualitas di Tengah Keraguan
Performa apik Mainoo ini menjadi semacam pembuktian atas kualitas yang dimilikinya. Sebelumnya, di bawah kepelatihan Ruben Amorim, pemain didikan akademi Manchester United ini sempat dikesampingkan dan nyaris dijual. Keputusan tersebut kini menuai sorotan, terutama dari pengamat sepak bola.
"Inilah kualitas Kobbie Mainoo dan kita melihat itu ketika dia masuk ke tim, tim Inggris ya, dia main di Piala Eropa pada usia 18 tahun, kita tahu kualitasnya," ujar eks pemain Arsenal yang kini menjadi komentator, Ian Wright, kepada Premier League Productions.
Wright secara terbuka menyatakan kebingungannya atas apa yang terjadi pada Mainoo di bawah kepelatihan Ruben Amorim. Ia menilai bahwa bangkitnya performa Mainoo seharusnya menjadi bahan introspeksi bagi Amorim.
"Semua orang bingung dengan apa yang terjadi di bawah Ruben Amorim," kata Wright.
Lebih lanjut, Wright menambahkan bahwa situasi ini sangat memalukan bagi Amorim, mengingat Mainoo adalah produk akademi Manchester United yang hampir dilepas klub.
"Menurut saya ini hal yang sangat memalukan untuk Ruben Amorim, kalau kita bisa jujur ya. Karena yang kita lihat adalah produk akademi Man United tidak diberikan kesempatan untuk bermain dan sangat nyaris meninggalkan klub," sambungnya. "Dia tampil brilian, luar biasa."
Keputusan Amorim untuk tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada Mainoo di masa lalu kini menjadi sorotan tajam, terutama setelah sang pemain menunjukkan performa impresif di bawah pelatih baru.






