Sepakbola

Lamine Yamal Ngambek Saat Diganti, Hansi Flick: Itu Manusiawi dan Wajar

Advertisement

Lamine Yamal menunjukkan ekspresi kesal usai ditarik keluar dari lapangan saat Barcelona meraih kemenangan atas Levante. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memahami dan memaklumi reaksi pemain mudanya tersebut.

Barcelona Puncaki Klasemen Usai Kalahkan Levante

Barcelona berhasil mengamankan tiga poin penuh setelah mengalahkan Levante dengan skor 3-0 di Stadion Camp Nou pada Minggu (23/2/2026). Tiga gol kemenangan tim berjuluk El Barca itu dicetak oleh Marc Bernal, Frenkie de Jong, dan Fermin Lopez. Kemenangan ini mengukuhkan posisi Barcelona di puncak klasemen Liga Spanyol, menggeser Real Madrid dengan keunggulan dua poin.

Yamal Tunjukkan Kekecewaan Usai Diganti

Meskipun timnya meraih kemenangan, Lamine Yamal tampak tidak senang saat pertandingan berakhir. Kekesalannya terlihat jelas ketika ia digantikan oleh Roony Bardghji pada menit ke-87. Saat itu, Barcelona sudah unggul tiga gol. Yamal terlihat murung saat berjalan menuju bangku cadangan dan tidak bersalaman dengan pelatih Hansi Flick.

Sebuah video yang diunggah oleh akun Lamine Yamal Xtraa di Twitter menunjukkan momen tersebut:

Flick: Reaksi Yamal Wajar dan Manusiawi

Pelatih Hansi Flick menyatakan bahwa keputusannya mengganti Yamal dengan Bardghji adalah hal yang wajar. Ia menilai Yamal tidak dalam performa terbaiknya pada pertandingan tersebut dan memaklumi kekecewaan yang dirasakan pemainnya.

Berdasarkan data dari SofaScore, Yamal memang berhasil mencatatkan satu assist dalam laga tersebut. Namun, ia tidak banyak memberikan ancaman berarti ke gawang lawan dan tidak melepaskan satu pun tembakan.

“Apakah dia marah dengan penampilannya? Itu wajar. Yang terpenting adalah kami menang. Ada juga pemain yang pantas bermain, seperti Roony Bardghji, yang sangat profesional dan saya menyukai reaksinya ketika dia masuk,” ujar Flick, dikutip dari Marca.

Flick menambahkan, “Anda memberikan banyak perhatian pada semua yang dilakukan Lamine Yamal. Saya tidak punya masalah dengan reaksinya. Itu manusiawi. Pemain lain juga pantas bermain dan tidak ada yang lebih dari itu.”

Advertisement