Pembawa acara dan artis Lee Jeong Hoon membagikan pengalamannya menemani sang putri, Zoe, yang tengah menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Selama dua bulan liburan di Negeri Paman Sam, Lee dan istrinya, Moa, menyaksikan perubahan besar pada Zoe, terutama dalam hal kemandirian.
Perubahan Signifikan dalam Kemandirian
Lee Jeong Hoon mengungkapkan kekagumannya atas perkembangan putrinya. Ia menilai perubahan tersebut bukan semata-mata karena Zoe bersekolah di Amerika, melainkan karena tuntutan hidup mandiri di sana.
“Betul, betul. Perubahannya luar biasa. Itu bukan karena dia sekolah hanya di Amerikanya ya, tapi benar-benar mungkin di sana kan dia harus hidup mandiri, nggak ada orang tuanya, nggak ada yang bisa backup-in dia secara langsung,” ujar Lee Jeong Hoon di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (8/2/2026).
Meskipun Zoe memiliki beberapa orang yang dipercaya untuk menjaganya selama di sana, Lee menegaskan bahwa sang anak tetap dituntut untuk menjalani kehidupannya secara mandiri. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi Zoe.
“Kita meskipun ada guardian-nya di sana, pendeta-pendeta yang kita titipin atau teman orang tua yang dekat sama kita, kita titipin pun, dia kan harus mandiri untuk berjuang hidup sendiri, ke sekolah jalan kaki ya. Mungkin itu membuat pelajaran buat dia jadi sekarang jauh lebih mandiri gitu,” ungkapnya.
Rencana Kerja Paruh Waktu
Selain fokus pada pendidikan, Zoe juga mulai mempertimbangkan untuk menambah pengalaman dengan bekerja paruh waktu. Lee Jeong Hoon menyebutkan bahwa selama satu tahun dua bulan terakhir, ia memang meminta Zoe untuk fokus sepenuhnya pada sekolah.
Namun, ke depannya, peluang untuk bekerja paruh waktu mulai terbuka. Lee mengindikasikan adanya tawaran dari sebuah restoran Jepang.
“Nah, kemarin sempat setahun dua bulan ini memang saya suruh fokus sekolah. Tapi Puji Tuhan kayaknya mungkin Maret atau pertengahan Maret atau April awal, ada restoran Jepang sih, restoran Jepang,” katanya.
Lee menekankan bahwa jika Zoe nantinya bekerja paruh waktu, sekolah tetap menjadi prioritas utama. Pekerjaan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus tambahan uang saku.
“Kemarin sempat ngobrol kayaknya dia bisa kerja di situ part time. Mungkin ya sehari mungkin 4-5 jam kali ya. Karena kan dia harus fokus sekolah juga. Jadi buat cari pengalaman dan juga sekaligus jadi uang sakunya dia gitu,” pungkasnya.






