Sepakbola

Liam Rosenior Santai Dihujat Netizen, Akui Keluarga Terganggu: Saya Tahu Ini Akan Terjadi

Advertisement

Manajer Chelsea, Liam Rosenior, menanggapi santai beragam ejekan yang dilayangkan kepadanya di media sosial oleh penggemar klub rival. Meskipun ia pribadi tidak terpengaruh, Rosenior mengakui bahwa keluarganya merasakan dampak dari serangan siber tersebut.

Keraguan di Awal Kepemimpinan

Sejak ditunjuk sebagai pengganti Enzo Maresca, penunjukan Rosenior memang disambut dengan pertanyaan dan keraguan. Namun, performa awal Chelsea di bawah asuhannya terbilang positif, dengan mencatatkan tujuh kemenangan dan dua kekalahan dari sembilan pertandingan.

Julukan ‘LinkedinLiam’ dan Ejekan di Media Sosial

Di tengah performa yang cukup baik, para penggemar sepak bola di media sosial justru menemukan sasaran baru untuk diserang. Penampilan Rosenior yang dianggap necis dan gaya bicaranya yang khas membuatnya dijuluki ‘LinkedinLiam’. Julukan ini muncul karena cara bicaranya yang dinilai sangat kental seperti karyawan kantoran, serta komentar-komentarnya yang kerap disamakan dengan unggahan motivasi di LinkedIn, sebuah situs jejaring karier.

Ejekan semakin menjadi-jadi ketika Rosenior gagal mengontrol bola saat Chelsea kalah dari Arsenal dalam laga Piala Liga Inggris pekan lalu. Mantan manajer Strasbourg ini mengaku tidak mempermasalahkan hal-hal tersebut karena ia sendiri tidak aktif di media sosial.

Keluarga Menjadi Korban

“Saya ini bukan nama besar. Saya datang dari klub dengan tipe berbeda, saya juga tipe karakter yang berbeda. Saya tak takut jadi diri sendiri,” ujar Rosenior dikutip dari Sky Sports.

Advertisement

Ia menambahkan, “Kalau saya memakai kacamata, kalau saya terdengar agak berlebihan ketika berbicara, atau mengungkapkan diri saya dengan cara tertentu, atau saya tak terlihat seperti seorang manajer, itu tak mengganggu saya sama sekali.”

Namun, situasi berbeda dialami oleh keluarganya. “Alasan saya tahu itu semua adalah karena saya punya anak-anak remaja. Mereka ada di media sosial. Itu memengaruhi mereka, memengaruhi orang tua dan keluarga saya. Tapi saya tahu ketika memasuki pekerjaan ini, itu akan terjadi. Normal saja.”

Ketangguhan Mental Seorang Manajer

Rosenior menegaskan bahwa ketangguhan mental adalah kunci dalam menghadapi tekanan di dunia sepak bola profesional. “Ketika Anda siap untuk itu, Anda bisa senyum-senyum. Saya orang yang percaya diri. Kalau Anda terpengaruh sama hal-hal kayak begini, Anda tak seharusnya ada di dunia pekerjaan ini.”

“Saya cukup menikmatinya, jujur saja. Saya tak membantu diri saya sendiri dengan kontrol bola di Arsenal kemarin. Tapi itu kan berkaitan sama teritorial juga. Saya tahu pada waktunya orang-orang akan mulai menilai saya dari apa yang mereka lihat di lapangan,” imbuh mantan bek Fulham dan Hull City tersebut.

Advertisement