Presiden LaLiga, Javier Tebas, angkat bicara mengenai skandal kasus Negreira yang melibatkan klub raksasa Spanyol, Barcelona. Tebas membantah narasi yang menyebutkan bahwa Barcelona telah menyuap wasit melalui pembayaran kepada eks wakil presiden Komite Wasit, Jose Maria Enriquez Negreira.
Kasus Negreira dan Tuduhan Suap
Kasus Negreira menjadi salah satu skandal terbesar yang mengguncang persepakbolaan Spanyol. Barcelona dituding telah membayar Negreira sebesar 7,5 juta euro selama periode 2001 hingga 2018. Pembayaran ini diduga dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dari keputusan wasit di lapangan.
Skandal ini menarik perhatian besar, terutama dari rival abadi Barcelona, Real Madrid. Los Blancos bahkan mengajukan permintaan untuk memeriksa seluruh audit, laporan uji tuntas, dan analisis forensik Barcelona yang mencakup periode 2003 hingga 2021. Namun, permintaan tersebut tidak disetujui oleh hakim di pengadilan.
Real Madrid, melalui presidennya Florentino Perez, kerap mengaitkan kasus Negreira dengan keputusan-keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya. Salah satu momen yang disorot adalah ketika wasit tidak memberikan hadiah penalti kepada Vinicius Junior dalam pertandingan melawan Alaves pada akhir tahun 2025.
Tebas Menolak Narasi Suap Wasit
Menanggapi berbagai tudingan dan narasi yang berkembang, Javier Tebas memberikan klarifikasi tegas. Ia mengecam keras pengaitan kasus Negreira secara serampangan dengan keputusan wasit, terutama terkait insiden yang melibatkan Real Madrid.
“Yang jelas adalah Barcelona tidak membayar wasit, tidak seperti narasi yang dibangun,” kata Tebas, seperti dilansir dari Mundo Deportivo. Ia menekankan bahwa tuduhan bahwa wasit disuap dan keputusan penalti yang tidak diberikan kepada Vinicius di Pamplona adalah kesalahan Negreira, adalah tidak benar.
“Dan untuk mengatakan wasit disuap dan bahwa jika Vinicius tidak diberi penalti di Pamplona itu adalah kesalahan Negreira, seperti yang dikatakan Florentino Perez pada pertemuan anggota, kalau saya tidak salah… Saya sama sekali tidak setuju dengan itu, karena itu tidak benar,” tegas Tebas.
Tebas menambahkan bahwa fakta-fakta terkait kasus ini sedang dinilai oleh sistem peradilan pidana. “Fakta-fakta harus dinilai, dan sedang dinilai, dan sistem peradilan pidana akan memutuskan apa yang terjadi, apakah ada kejahatan atau tidak,” ujarnya.
Kasus Negreira pertama kali mencuat ke publik pada tahun 2023 dan telah ditangani oleh Kejaksaan selama lebih dari dua tahun tanpa adanya penyelesaian akhir.






