Sepakbola

Rotasi Pemain Jadi Senjata Liam Rosenior Atasi Jadwal Padat Chelsea

Advertisement

London – Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mengandalkan rotasi pemain sebagai strategi utama untuk menjaga kebugaran tim dalam menghadapi jadwal pertandingan yang sangat padat. Strategi ini terbukti efektif, membawa The Blues meraih hasil positif di berbagai kompetisi.

Jadwal Padat dan Hasil Apik

Chelsea baru saja menyelesaikan enam pertandingan dalam kurun waktu 16 hari. Tim London Barat ini dijadwalkan kembali bertanding di kandang sendiri, Stamford Bridge, pada Rabu (11/2/2026) melawan Leeds United. Di tengah jadwal yang menguras tenaga ini, Chelsea di bawah arahan Rosenior hanya menelan satu kekalahan dari enam laga terakhir, dengan lima pertandingan lainnya berakhir dengan kemenangan.

Performa impresif ini menempatkan Chelsea di posisi kelima klasemen Liga Inggris. Selain itu, The Blues juga berhasil memastikan diri lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions.

Strategi Rotasi dan Kebugaran Pemain

Rosenior mengakui bahwa rotasi pemain menjadi kunci keberhasilan timnya dalam mengarungi periode krusial ini. Ia juga bersyukur atas kondisi fisik para pemainnya yang dinilai cukup baik.

Manajer asal Inggris ini diperkirakan akan terus menerapkan rotasi dalam beberapa pertandingan mendatang. Tujuannya adalah untuk memastikan kebugaran optimal para pemain Chelsea.

Advertisement

“Kami telah melakukan banyak rotasi, yang memang perlu dilakukan pada tahap musim ini, mengingat jadwal jangka panjang para pemain. Mereka telah bermain sepanjang musim panas, mereka tidak menjalani pramusim,” ujar Rosenior dikutip dari Independent.

Ia menambahkan, “Anda harus mencoba menyegarkan tim di area yang tepat, secara mental dan fisik. Anda harus benar-benar siap secara taktis untuk memberikan solusi terbaik kepada para pemain atas masalah yang Anda hadapi.”

Rosenior juga memuji profesionalisme para pemainnya. “Para pemain ini adalah profesional yang fantastis, di dalam dan di luar lapangan. Mereka menjaga tubuh mereka dengan sangat baik. Mereka hidup untuk pekerjaan mereka,” jelasnya.

Advertisement