Selebriti

Umi Pipik Ungkap Alasan Cucu Tak Terekspos: Menjaga ‘Ain dan Privasi Anak

Advertisement

Keluarga besar Umi Pipik tengah diliputi kebahagiaan menyusul kelahiran cucu pertama dari pasangan Adiba Khanza dan Egy Maulana Vikri. Namun, hingga kini, wajah sang bayi belum diperkenalkan kepada publik. Umi Pipik akhirnya angkat bicara mengenai keputusan tersebut, menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap penyakit ‘ain menjadi alasan utama.

Kekhawatiran Terhadap ‘Ain

Umi Pipik, istri mendiang Ustaz Jefri Al Buchori, menjelaskan bahwa penutupan wajah cucunya berkaitan erat dengan upaya pencegahan ‘ain. ‘Ain, dalam pandangan Islam, merujuk pada penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata atau pujian yang berlebihan, yang dinilai sangat rentan menyerang anak kecil.

“Emang mukanya sampai sekarang ditutupi, belum dibuka karena memang kita menjaga ‘ain ya,” ungkap Umi Pipik kepada awak media di Studio Rumpi: No Secret TransTV, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan, bayi memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap dampak negatif dari pandangan mata atau pujian yang berlebihan. Oleh karena itu, keluarga sepakat untuk berhati-hati dalam menampilkan foto anak Adiba dan Egy Maulana.

‘Ain tuh lebih cepat ke anak kecil. Bayi itu lebih bisa cepat kena ‘ain-nya. Karena dari ya itu, dari orang-orang yang melihat, bisa dari pujian atau apa pun itu,” jelasnya.

Umi Pipik menekankan pentingnya menjaga privasi, terutama bagi bayi, untuk menghindari potensi ‘ain. “Makanya kenapa dilarang untuk menampakkan, mem-posting sesuatu yang bisa menimbulkan ‘ain, baik dari suami istri, baik dari anak, apalagi bayi. Makanya selalu ditutupi,” sambung Umi Pipik.

Advertisement

Menanggapi pujian dari beberapa netizen mengenai paras cucunya, Umi Pipik menanggapinya dengan santai. “Tahu dari mana? Kan ditutupi,” responsnya.

Perpaduan Wajah yang Harmonis

Meskipun demikian, Umi Pipik memberikan sedikit gambaran mengenai paras cucu pertamanya. Ia menyebutkan bahwa wajah sang bayi merupakan perpaduan harmonis antara kedua orang tuanya, dengan sedikit kemiripan dengan mendiang Ustaz Jefri Al Buchori.

“Campurlah. Ada Uje-nya, ada Adiba-nya, Egy-nya lebih banyaklah ya. Ada mancung kayak Adiba kayak Umi-nya juga,” tuturnya.

Privasi dan Keamanan Anak Menjadi Prioritas

Selain faktor ‘ain, Umi Pipik juga menyoroti pentingnya menjaga privasi dan keamanan anak di tengah maraknya kasus kejahatan terhadap anak. Hal ini menjadi perhatian utama keluarga dalam melindungi sang buah hati.

“Kita menjaga banget supaya anak ini terjaga,” tegas Umi Pipik.

Advertisement