Insiden dugaan rasisme mewarnai kemenangan Real Madrid atas Benfica dalam leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026 di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026). Gol tunggal Vinicius Jr yang membawa kemenangan El Real berujung pada pelaporan tindakan rasisme oleh pemain asal Brasil itu kepada wasit.
Protokol Anti-Rasisme Diaktifkan
Usai mencetak gol indah, Vinicius Jr terlibat adu mulut dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Vinicius melaporkan kepada wasit Francois Letexier bahwa Prestianni mengejeknya dengan sebutan monyet. Merasa menjadi korban rasisme, Vinicius sempat menolak untuk melanjutkan pertandingan.
Menanggapi laporan tersebut, wasit Letexier memberikan isyarat huruf ‘X’ ke arah ofisial pertandingan. Gestur ini menandakan bahwa protokol anti-rasisme telah diaktifkan. Laga pun dihentikan sementara untuk meredakan situasi.
Asal-usul Gestur ‘X’ dan Protokol FIFA
Gestur ‘X’ yang diperagakan wasit merupakan bagian dari protokol anti-rasisme yang dikembangkan oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan LaLiga pada tahun 2024. Inisiatif ini diambil menyusul tingginya kasus rasisme dalam sepak bola Spanyol, di mana Vinicius Jr sendiri kerap menjadi sasaran.
Protokol ini kemudian diadopsi oleh FIFA untuk diterapkan secara global. Tujuannya adalah memungkinkan wasit dan pemain mengambil tindakan cepat ketika terjadi insiden rasisme di lapangan.
Pemain pun dapat melakukan gestur serupa dengan menyilangkan tangan di pergelangan tangan untuk memberi tahu wasit adanya tindakan rasisme. “Dengan menyilangkan tangan di pergelangan tangan, para pemain dapat memberi sinyal langsung kepada wasit bahwa mereka menjadi sasaran pelecehan rasis, sehingga mendorong wasit untuk memulai prosedur tiga langkah anti-diskriminasi,” bunyi penjelasan resmi FIFA.
Tiga Langkah Penanganan Rasisme
Jika protokol anti-rasisme diaktifkan, wasit akan mengambil tiga langkah:
- Langkah Pertama: Menghentikan laga sementara hingga tindakan rasisme berakhir.
- Langkah Kedua: Jika tindakan rasisme masih terjadi setelah laga dilanjutkan, wasit akan meminta penundaan pertandingan dan mengarahkan kedua tim masuk ke ruang ganti.
- Langkah Ketiga: Apabila situasi tidak kunjung kondusif, wasit berhak membatalkan laga.
Dalam pertandingan Benfica vs Real Madrid, wasit Letexier hanya menerapkan langkah pertama karena situasi dapat segera terkendali. Laga kembali dilanjutkan setelah sempat dihentikan selama kurang lebih 10 menit.






