London – Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, melontarkan kritik tajam terhadap klub yang pernah dibelanya. Ia menilai Tottenham, meski memiliki fasilitas megah, belum bisa disebut sebagai klub besar karena mentalitas dan kebijakan transfernya.
Fasilitas Mewah, Skuad Biasa Saja
Dalam sebuah podcast bersama legenda Premier League seperti Gary Neville, Jamie Carragher, Roy Keane, dan Ian Wright, Postecoglou yang baru saja dipecat Tottenham, mengungkapkan pandangannya. Ia memuji pembangunan stadion dan fasilitas latihan Tottenham yang dinilainya berstandar tinggi.
“Mereka telah membangun stadion yang luar biasa, fasilitas latihan yang luar biasa, tetapi jika Anda melihat pengeluaran mereka, terutama struktur gaji mereka, mereka bukanlah klub besar,” ujar Postecoglou.
Kebijakan Transfer yang Dipertanyakan
Pelatih asal Australia itu menyoroti kebijakan transfer Tottenham yang dinilainya tidak sejalan dengan ambisi untuk bersaing di papan atas. Ia membandingkan rekrutmen Tottenham dengan klub-klub lain yang berani mengeluarkan dana besar untuk pemain berpengalaman.
“Bagaimana Anda bisa naik dari posisi kelima untuk benar-benar bersaing? Nah, kami harus merekrut pemain yang siap bermain di Premier League. Kami akhirnya merekrut Dominic Solanke, yang sangat saya sukai, dan tiga pemain remaja,” jelasnya.
Postecoglou menambahkan, “Saya mengincar Pedro Neto dan Bryan Mbeumo, Antoine Semenyo, dan Marc Guehi. Jika mau naik ke papan atas, itulah yang dilakukan klub-klub dengan membeli pemain berpengalaman. Tapi kami cuma beli tiga pemain remaja, walau mereka punya potensi, tapi mereka belum bisa bersaing sekarang.”
Slogan ‘To Dare Is To Do’ Dianggap Kosong
Lebih lanjut, Postecoglou menilai petinggi Tottenham Hotspur tidak memiliki mentalitas kemenangan yang dibutuhkan untuk meraih gelar. Slogan klub, ‘To Dare Is To Do’ (Berani Melakukan), menurutnya hanya menjadi retorika kosong.
“Di mana-mana ada moto ‘To Dare Is To Do’. Namun tindakan klub hampir merupakan antitesis dari itu,” ketusnya.
Ia menutup pernyataannya dengan tegas, “Saya pikir mereka tidak menyadari, untuk benar-benar menang Anda harus mengambil beberapa risiko di beberapa titik. Kalau Tottenham menganggap diri mereka klub besar, saya rasa tidak.”
Postecoglou sendiri pernah membawa Tottenham menjuarai Liga Europa pada musim 2024/25, mengakhiri puasa gelar selama 17 tahun. Namun, prestasinya tersebut tidak menjamin posisinya bertahan di klub.






