Sepakbola

UEFA Tolak Laporan Benfica: Federico Valverde Tak Bersalah Atas Insiden Pemukulan

Advertisement

UEFA telah menolak laporan yang diajukan oleh klub Benfica terkait insiden pemukulan yang diduga dilakukan oleh pemain Real Madrid, Federico Valverde, terhadap Samuel Dahl. Keputusan ini disampaikan oleh UEFA pada Selasa (24/2/2026) dini hari WIB, yang menyatakan bahwa Valverde tidak bersalah atas tuduhan tersebut.

Benfica Kecewa dengan Keputusan UEFA

Benfica, yang dikenal dengan julukan As Aguias, menyatakan kekecewaannya atas keputusan UEFA. Klub asal Portugal itu merasa bahwa insiden yang terjadi pada menit ke-83 saat leg pertama play-off 16 besar Liga Champions di Lisbon, di mana mereka kalah 0-1 dari Real Madrid, seharusnya mendapatkan sanksi.

Dalam pertandingan tersebut, Federico Valverde terlihat melayangkan pukulan ke arah Samuel Dahl saat keduanya berebut bola lambung. Meskipun pemain Benfica melakukan protes dan meminta peninjauan ulang melalui VAR, wasit tidak memberikan hukuman apa pun pada saat itu. Benfica kemudian secara resmi melaporkan insiden ini ke Komite Disiplin UEFA, berharap otoritas sepak bola Eropa tersebut meninjau ulang kejadian dan menjatuhkan sanksi kepada Valverde.

“O Sport Lisboa e Benfica telah diinformasikan oleh UEFA tentang penolakan pengaduan yang diajukan oleh Klub terkait insiden yang melibatkan pemain Real Madrid, Federico Valverde,” demikian isi pernyataan resmi Benfica, seperti dilansir dari A Bola.

Advertisement

Benfica tetap kukuh pada pendiriannya bahwa pemain asal Uruguay itu layak mendapatkan kartu merah. Mereka menyesalkan keputusan UEFA yang dianggap tidak mempertimbangkan bukti gambar yang jelas menunjukkan adanya penyerangan terhadap Samuel Dahl. Dengan penolakan ini, UEFA menganggap insiden tersebut tidak layak mendapatkan hukuman lebih lanjut.

Valverde Siap Bermain di Leg Kedua

Keputusan UEFA ini memastikan bahwa Federico Valverde dapat tampil dalam pertandingan leg kedua melawan Benfica yang dijadwalkan pada Kamis (26/2). Kemenangan Real Madrid di Lisbon, meskipun diwarnai drama, kini dapat dilanjutkan tanpa hambatan sanksi bagi salah satu pemain kuncinya.

Advertisement