London – Arsenal akhirnya berhasil menembus partai final Carabao Cup 2025/2026. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri tren negatif atau “kutukan” semifinal yang membayangi tim asuhan Mikel Arteta.
Gol Tunggal Havertz Pastikan Kemenangan
Dalam laga leg kedua yang digelar di Emirates Stadium, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB, Arsenal sukses mengalahkan Chelsea dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal kemenangan Arsenal dicetak oleh Kai Havertz pada menit ke-97. Hasil ini membuat Arsenal unggul agregat 4-2 atas Chelsea, setelah pada leg pertama mereka menang 3-2.
Di partai puncak, Arsenal akan menantang pemenang antara Manchester City dan Newcastle United.
Puasa Final Berakhir, Arteta Pecah Telur
Keberhasilan ini menandai akhir dari penantian panjang Arsenal untuk kembali tampil di sebuah final turnamen. Terakhir kali The Gunners mencapai final adalah pada Liga Europa musim 2018/2019, di mana mereka takluk 1-4 dari Chelsea di bawah asuhan Unai Emery. Sementara itu, penampilan terakhir Arsenal di final Carabao Cup terjadi pada tahun 2018, yang berakhir dengan kekalahan telak 0-3 dari Manchester City.
Bagi Mikel Arteta, pencapaian ini menjadi bukti kemampuannya memecah kebuntuan di babak semifinal. Selama empat kesempatan sebelumnya, Arteta selalu gagal membawa Arsenal melaju ke final dalam format dua leg. Momen paling pahit terjadi musim lalu, ketika Arsenal disingkirkan Paris Saint-Germain dengan agregat 1-3 di semifinal Liga Champions, dan juga tersingkir oleh Newcastle United dengan agregat 0-4 di semifinal Carabao Cup.
Sebelumnya, pada musim 2021/2022, Liverpool menjadi batu sandungan Arsenal di semifinal Carabao Cup dengan agregat 2-0. Sementara itu, kekalahan pertama Arteta di semifinal terjadi pada Liga Europa 2020/2021 melawan Villarreal dengan agregat 1-2. Perlu dicatat, satu-satunya trofi yang pernah diraih Arteta bersama Arsenal adalah Piala FA 2020, namun format semifinal saat itu adalah satu leg di venue netral, Wembley.
“Kini kami sudah di final dan harus jadi juara,” ujar Arteta seperti dikutip Reuters, menegaskan ambisinya untuk mengakhiri puasa gelar Carabao Cup.






