Sepakbola

Arsenal Tertahan, Barcelona Tergelincir, Inter Milan Kokoh di Puncak Klasemen Liga Masing-Masing

Advertisement

Persaingan memperebutkan gelar juara di liga-liga top Eropa semakin memanas memasuki tiga bulan terakhir musim kompetisi. Di Inggris, Arsenal mengalami tren penurunan performa yang mengancam posisi puncak klasemen Liga Primer mereka. Tim berjuluk The Gunners ini harus puas bermain imbang melawan Wolverhampton Wanderers pada Kamis (19/2) dini hari WIB.

Arsenal Terancam Kehilangan Puncak Klasemen

Hasil imbang tersebut membuat keunggulan Arsenal atas pesaing terdekatnya, Manchester City, menipis. Saat ini, Arsenal mengoleksi 58 poin dari 27 pertandingan, sementara Manchester City memiliki 53 poin dari 26 laga. Jika City mampu memanfaatkan keunggulan satu pertandingan, jarak poin bisa terpangkas menjadi hanya dua angka.

Menurut laporan BBC yang dikutip dari detikSport, Arsenal telah kehilangan 11 poin dari delapan pertandingan di tahun 2026. Dua laga terakhir mereka berakhir dengan hasil imbang. Catatan ini mengkhawatirkan mengingat Arsenal telah finis sebagai runner-up dalam tiga musim berturut-turut. Terakhir kali Arsenal meraih gelar Liga Inggris adalah pada musim 2004, atau 22 tahun lalu.

Meskipun secara statistik masih diunggulkan, winger Arsenal, Bukayo Saka, menekankan pentingnya fokus pada peningkatan performa tim. “Kami fokus ke diri kami sendiri, untuk meningkatkan standar dan performa kami. Hanya itulah yang bisa kami kontrol,” tegasnya.

Barcelona Gagal Kudeta Real Madrid

Di Spanyol, Barcelona gagal merebut kembali posisi puncak klasemen La Liga setelah kalah 1-2 dari Girona di kandang sendiri pada Selasa (17/2) dini hari WIB. Kekalahan ini terjadi sehari setelah Real Madrid mengambil alih puncak klasemen.

Barcelona sejatinya mendapat kesempatan untuk membalas, namun penalti yang didapat setelah pelanggaran terhadap Dani Olmo gagal dieksekusi dengan baik oleh Lamine Yamal. Tembakannya membentur tiang gawang Girona.

Persaingan di La Liga masih sangat terbuka dengan 14 pertandingan tersisa. Real Madrid memimpin klasemen dengan 60 poin dari 24 laga, diikuti Barcelona dengan 58 poin dari jumlah pertandingan yang sama. Pertandingan selanjutnya akan mempertemukan Real Madrid melawan Osasuna dan Barcelona menjamu Levante pada Minggu (22/2) dini hari WIB.

Inter Milan Dominan di Serie A

Sementara itu, anomali terjadi di Serie A Italia. Inter Milan memimpin klasemen dengan 61 poin dari 25 pertandingan, namun memiliki catatan kekalahan lebih banyak dibandingkan AC Milan yang berada di posisi kedua dengan 54 poin.

Advertisement

AC Milan baru menderita satu kekalahan di liga musim ini, namun sembilan hasil imbang membuat mereka tertinggal 7 poin dari rival sekotanya, Inter Milan. Winger AC Milan, Rafael Leao, menyatakan peluang timnya untuk meraih Scudetto belum tertutup.

“Kami hanya bisa melakukan yang terbaik, kami akan mencoba memenangi pertandingan berikutnya dan kita lihat saja nanti. Kami ingin terus mendaki,” katanya, dikutip dari detikSport yang bersumber dari DAZN Italia.

Pembahasan mendalam mengenai peluang tim-tim tersebut dalam perburuan gelar liga domestik dan faktor penentu kesuksesan akan diulas dalam segmen d’Hattrick bersama Redaktur detikSport sore ini.

Selain itu, detikSore juga akan mengupas praktik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan toko emas di Surabaya, berdasarkan laporan detikJatim. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri dilaporkan telah melakukan penggeledahan di tiga lokasi di Nganjuk dan Surabaya terkait dugaan transaksi emas dari tambang ilegal.

Acara ini juga akan membahas fenomena open trip Blok M yang viral di media sosial, mengeksplorasi kuliner dan photobooth eksklusif di kawasan tersebut, serta potensi bisnisnya.

Seluruh ulasan berita hangat detikcom disiarkan langsung (live streaming) setiap Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Pemirsa dapat menyampaikan komentar melalui kolom live chat yang tersedia. Slogan acara ini adalah “Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!”

Advertisement