Atalanta berhasil menyingkirkan Juventus dari perempat final Coppa Italia dengan kemenangan telak 3-0 di Gewiss Stadium, Jumat (6/2/2026). Tiga gol kemenangan La Dea dicetak oleh Gianluca Scamacca melalui tendangan penalti, Kamaldeen Sulaemana, dan Mario Pasalic. Hasil ini membawa Atalanta melaju ke semifinal untuk menghadapi pemenang laga antara Bologna dan Lazio, sementara Juventus harus rela mengakhiri langkahnya di kompetisi ini.
Dominasi Statistik Juventus Sia-sia
Meskipun kalah telak, Juventus sebenarnya tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dengan 60 persen berbanding 40 persen milik Atalanta. Si Nyonya Tua juga tercatat melepaskan lebih banyak tembakan, yakni 11 kali, sementara Atalanta hanya enam kali.
Namun, efektivitas serangan menjadi pembeda krusial dalam pertandingan ini. Serangan Juventus terbukti tumpul dan gagal membuahkan gol, berbanding terbalik dengan Atalanta yang tampil mematikan di depan gawang lawan.
Spalletti Soroti Keputusan Salah Pemain Juventus
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menilai bahwa timnya banyak mengambil keputusan yang keliru saat menguasai bola. Hal ini menjadi penyebab utama dominasi Juventus tidak berujung pada hasil positif.
Spalletti membandingkan dengan pengambilan keputusan pemain Atalanta yang dinilainya lebih cermat dan efektif, meskipun tidak mendominasi penguasaan bola. “Kami membuat pilihan yang salah ketika keadaan menjadi sulit. Ada saat-saat di mana bola bergerak ke sana kemari dan sebagian besar hanya tentang statistik. Namun ketika di pertandingan sebenarnya, Anda harus membuat keputusan yang tepat, melakukannya dengan cepat dan tepat. Pada saat-saat itu, kami membuat pilihan yang salah, mereka membuat pilihan yang tepat,” ujar Spalletti seperti dikutip dari Football Italia.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Juventus yang berambisi meraih gelar Coppa Italia musim ini.






