Aktor Boby Tince kini menjalani kehidupan yang berbeda drastis. Setelah mengalami kerugian besar hingga Rp 2 miliar akibat usahanya di bidang travel, ia memilih untuk menepi ke pedesaan di Bogor. Perubahan ini bukan sekadar kepindahan lokasi, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan proses penyembuhan diri.
Hijrah Total dari Kehidupan Lama
Boby Tince mengungkapkan bahwa keputusannya untuk pindah ke desa adalah sebuah petunjuk dari Tuhan. Keputusan ini diambil setelah usahanya di bidang travel mengalami kebangkrutan yang signifikan. Selain itu, ia juga memutuskan untuk hijrah total dari peran-peran yang sebelumnya identik dengan penampilan feminin.
Kehilangan aset berharga seperti mobil mewah Alphard dan Rubicon tidak membuatnya putus asa. Justru, di tengah kesederhanaan kehidupan pedesaan, Boby menemukan ketenangan baru melalui aktivitas berkebun.
“Ilmu baru lagi kan? Makanya alhamdulillah. Ibu saya ternyata punya talenta berkebun dan beternak. Sayang kalau nggak diambil ilmunya,” ungkap Boby Tince saat diwawancarai di Studio Rumpi: No Secret TransTV, Jakarta Selatan, Sabtu (21/2/2026).
Berkebun sebagai Terapi Jiwa dan Ladang Amal
Bagi Boby, aktivitas bercocok tanam kini bukan hanya sekadar mengisi waktu luang, melainkan telah menjadi terapi jiwa. Ia kini mendalami berbagai teknik, mulai dari cara memelihara ayam agar tidak menimbulkan bau menyengat, hingga merawat berbagai jenis pohon buah seperti durian, manggis, dan pepaya yang tumbuh subur di pekarangan rumahnya.
Menariknya, hasil panen dari kebunnya tersebut tidak diperjualbelikan. Boby memilih untuk menjadikannya sebagai ladang amal baru.
“Kalau didagangin, sono-sono pada punya kebun semua, siapa yang mau beli? Jadi kita buat kebutuhan sehari-hari. Kalau ada tamu, kita sedekah. Bagi-bagi tetangga kiri kanan, saudara jauh,” tuturnya dengan penuh keikhlasan.
Rezeki Tak Terduga dan Adaptasi Hidup
Selain berkebun, Boby juga mendapatkan rezeki tak terduga berupa izin pengelolaan lahan kosong seluas 2.000 meter persegi milik tetangganya. Di lahan dengan pemandangan city view yang memukau di malam hari itu, ia memindahkan kandang angsa miliknya dan membangun sebuah warung dimsum sederhana.
Meskipun harus beradaptasi dengan kehidupan yang jauh dari kemewahan mal dan restoran all you can eat, Boby merasa bahwa ini adalah cara Tuhan untuk menegur sekaligus menyayanginya agar kembali ke jalan yang benar. Ia kini lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjadikan setiap masalah sebagai momentum untuk introspeksi.
“Ibadahnya dikencengin lagi. Jadi setiap ada masalah, saya langsung mikir, ‘Allah mau ngasih kode apa nih?’. Jadi kita nggak down,” pungkasnya.






