Milan – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, angkat bicara membela keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada bek Juventus, Pierre Kalulu, dalam laga Derby d’Italia yang berakhir dengan kemenangan Inter 3-2 pada Minggu (15/2) dini hari WIB. Insiden ini menjadi sorotan dan memicu kontroversi di kalangan penggemar dan petinggi Juventus.
Kontroversi Kartu Merah Kalulu
Pierre Kalulu harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima dua kartu kuning dalam kurun waktu 10 menit. Kartu kuning kedua, yang berujung pada kartu merah, diberikan atas pelanggarannya terhadap bek Inter Milan, Alessandro Bastoni. Sebagian pihak menilai bahwa Kalulu tidak melakukan kontak fisik yang cukup berarti dengan Bastoni, bahkan ada yang berpendapat tidak ada sentuhan sama sekali. Situasi ini semakin rumit karena Video Assistant Referee (VAR) tidak dapat melakukan intervensi karena aturan yang berlaku untuk kartu kuning kedua.
Para petinggi Juventus, termasuk Giorgio Chiellini dan Damien Comolli, dilaporkan sangat kecewa dan marah atas keputusan tersebut. Namun, Chivu memiliki pandangan berbeda.
Pembelaan Chivu Terhadap Keputusan Wasit
Cristian Chivu, yang merupakan pelatih Inter Milan, menyatakan keyakinannya bahwa Kalulu memang melakukan kontak dengan Bastoni, meskipun ia mengakui bahwa kontak tersebut sangat ringan. “Saya kira itu sebuah kontak yang ringan, tapi tetap saja sebuah kontak,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia seusai pertandingan.
Chivu juga membandingkan situasi tersebut dengan pengalamannya di Liga Champions. “Ketika saya menghadapi situasi yang mirip di Liga Champions, saya bilang kepada pemain-pemain saya agar tidak menempatkan mereka dalam situasi di mana mereka memaksa wasit untuk membuat keputusan itu.”
Ia melanjutkan, “Sekalipun itu kontak yang ringan, dan kita harus mengakui bahwa itu adalah kontak ringan, pemain saya masih merasakan kontaknya dan dia berlari dengan kecepatan penuh.” Chivu menekankan pentingnya kesadaran pemain dalam situasi seperti itu. “Kalulu itu seorang pemain berpengalaman dan dia mestinya tahu bahwa di situasi semacam itu, Anda harus menjaga diri agar tidak menyentuh orang lain,” tegas allenatore asal Rumania itu.






