Cristiano Ronaldo dikabarkan mogok bermain untuk klubnya, Al Nassr, karena kekecewaan terhadap aktivitas transfer klub di bursa musim dingin Januari 2026. Situasi ini membuat Saudi Pro League angkat bicara, mengingatkan bahwa setiap klub memiliki independensi dalam mengambil keputusan.
Kekecewaan Ronaldo Terhadap Aktivitas Transfer Al Nassr
Ronaldo dilaporkan tidak puas dengan pergerakan Al Nassr di bursa transfer. Sementara klub-klub lain yang juga berada di bawah naungan Public Investment Fund (PIF) seperti Al Ittihad, Al Hilal, dan Al Ahli terlihat aktif mendatangkan pemain baru, Al Nassr hanya berhasil merekrut satu pemain, yaitu Haydeer Abdulkareem, seorang gelandang muda asal Irak. Sebagai perbandingan, rival utama Al Nassr, Al Hilal, berhasil mendatangkan Karim Benzema.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai partisipasi Ronaldo di laga berikutnya melawan Al Ittihad pada Sabtu (7/2) dini hari WIB. Meskipun secara fisik Ronaldo dalam kondisi baik dan tetap berlatih bersama tim, belum ada kepastian apakah ia akan diturunkan dalam pertandingan tersebut.
Saudi Pro League Tegaskan Independensi Klub
Menanggapi situasi ini, seorang juru bicara Saudi Pro League menegaskan bahwa setiap klub di liga tersebut beroperasi secara independen, terlepas dari kepemilikan PIF. Ia menekankan bahwa keputusan mengenai perekrutan pemain, pengeluaran, dan strategi transfer sepenuhnya berada di tangan masing-masing klub.
“Saudi Pro League terstruktur berdasarkan prinsip sederhana: setiap klub beroperasi secara independen di bawah aturan yang sama,” ujar juru bicara tersebut kepada BBC.
Ia menambahkan bahwa klub-klub memiliki dewan direksi, eksekutif, dan pemimpin sepakbola mereka sendiri yang bertanggung jawab atas keputusan strategis. Kerangka keuangan yang dirancang untuk memastikan keberlanjutan dan keseimbangan kompetitif berlaku untuk semua klub di liga.
Juru bicara tersebut juga mengklarifikasi peran Ronaldo di Al Nassr.
“Cristiano telah sepenuhnya terlibat dengan Al-Nassr sejak kedatangannya dan sudah memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan ambisi klub. Seperti halnya pesaing elit lainnya, dia ingin menang. Tetapi tidak ada individu – betapapun pentingnya ia- yang menentukan keputusan di luar klub mereka sendiri.”
Ia menyimpulkan bahwa aktivitas transfer yang terjadi baru-baru ini menjadi bukti independensi klub. Setiap klub membuat keputusan berdasarkan strategi dan parameter keuangan mereka sendiri.
(Video Gol Ronaldo Saat Bantu Al Nassr Gasak Damac 2-1 telah disertakan dalam artikel asli)






