Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) resmi memberikan kontrak baru kepada pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, yang akan berlaku hingga tahun 2028. Keputusan ini diambil beberapa bulan sebelum Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni-Juli mendatang.
Tepis Isu Manchester United
Langkah FA ini menuai kritik dari sebagian pihak yang menilai keputusan perpanjangan kontrak terlalu gegabah sebelum melihat hasil Timnas Inggris di Piala Dunia. Namun, CEO FA, Mark Bullingham, menepis anggapan bahwa perpanjangan kontrak ini dilakukan untuk mengamankan Tuchel dari potensi godaan klub lain, terutama Manchester United yang saat ini masih dalam masa transisi dengan Michael Carrick sebagai caretaker.
“Kami menunjuknya dengan pandangan bahwa dia akan menjadi pelatih kami untuk 2028. Setiap orang punya kondisi-kondisi performa di kontrak mereka, Anda tak akan mengharapkan saya untuk membahasnya,” ujar Bullingham kepada ESPN.
Ia menambahkan, “Saya juga punya ketentuan tersebut, tapi kami sangat jelas bahwa kami ingin dia melatih kami pada tahun 2028.”
Kepastian Menjelang Turnamen
Bullingham menjelaskan bahwa perpanjangan kontrak ini diambil bahkan sebelum Manchester United berpisah dengan pelatih sebelumnya, Ruben Amorim. Tujuannya adalah untuk memberikan kepastian bagi seluruh pihak, termasuk tim pendukung dan para pemain, menjelang turnamen besar.
“Dari sudut pandang kami, kami merasa memiliki pelatih kelas dunia yang bekerja sangat baik untuk kami dan kami ingin dia lanjut,” imbuhnya.
Tuchel, yang berusia 52 tahun, sebelumnya memiliki perjanjian kerja yang akan berakhir setelah Piala Dunia 2026. Perpanjangan kontrak ini diharapkan dapat memberikan stabilitas dan fokus bagi timnas menjelang kompetisi internasional.
“Kami cenderung ingin tahu di mana posisi kami, untuk menghilangkan ketidakpastian saat memasuki turnamen, hal itu memberikan kepastian kepada semua orang — tim pendukung dan para pemain,” jelas Bullingham.






