Pihak Ressa Rizky Rossano, yang merupakan anak dari penyanyi Denada, merasa prihatin atas keterlibatan sejumlah figur publik dalam permasalahan hukum yang sedang dihadapinya. Permasalahan ini berakar dari gugatan Ressa terhadap Denada terkait dugaan penelantaran anak. Melalui kuasa hukumnya, Andika Meigista dan Ronal Armada, mereka melayangkan teguran keras kepada presenter Irfan Hakim dan pedangdut Iis Dahlia. Keduanya dianggap memberikan pembelaan yang terkesan membabi buta terhadap Denada.
Ketegangan ini semakin memuncak ketika Ressa mengaku mengalami intimidasi psikis dari rekan-rekan Denada dalam sebuah acara yang digelar di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Ressa dituding sebagai biang keladi di balik seruan boikot yang berdampak pada pekerjaan Denada.
“Tadi itu Ressa sempat dikerubungi dan diteror secara psikis, seakan-akan dia yang bersalah sehingga Denada itu tidak mendapatkan pekerjaan karena di-boikot. Itu makanya saya geram. Terutama buat Iis Dahlia, dia memojokkan Ressa seakan-akan gara-gara dia, temannya tidak dapat pekerjaan,” ujar Andika Meigista di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, kemarin.
Andika berharap agar para rekan selebritas lainnya dapat melihat persoalan ini dengan lebih jernih sebelum melontarkan komentar yang berpotensi menyudutkan Ressa. Ia secara khusus menyoroti Irfan Hakim yang sebelumnya mempertanyakan motif Ressa muncul ke publik.
“Bang Irfan itu saya lihat orang yang beradab. Akan tetapi, dalam konteks ini, jangan karena temannya, dia melakukan pembelaan. Kalau temannya salah, katakan yang salah. Jadi buat Bang Irfan Hakim dan Iis Dahlia, tolonglah agak sedikit adil jangan ikut campur kalau tidak tahu asbabun nuzul (asal-usul) persoalan ini,” tambah Andika.
Sebelumnya, pihak Denada mengklaim bahwa kliennya tidak menelantarkan Ressa. Mereka juga menegaskan bahwa Denada mengakui Ressa sebagai anak dan senantiasa memberikan fasilitas, termasuk biaya pendidikan. Irfan Hakim sendiri telah memberikan klarifikasi usai menerima hujatan karena dianggap membela Denada. Ia menegaskan posisinya tidak memihak kepada salah satu pihak, baik Denada maupun Ressa.






