Sepakbola

Liverpool ‘Hobi’ Lepas Talenta Akademi, dari Alexander-Arnold hingga Jones

Advertisement

Jakarta – Liverpool belakangan ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan terkait para pemain jebolan akademinya. Sejumlah talenta muda telah dilepas, dan kini muncul spekulasi mengenai masa depan Curtis Jones. Kejadian paling menonjol adalah kepergian Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2025. Bek sayap andalan ini hengkang dengan status bebas transfer, meninggalkan klub yang telah ia bela sejak lama dan memenangkan hampir seluruh gelar bergengsi.

Alexander-Arnold Hengkang Setelah Gagal Sepakat Kontrak

Meskipun pihak klub berupaya memperpanjang kontraknya, kesepakatan tak kunjung tercapai. Alexander-Arnold, yang pernah bermimpi menjadi kapten Liverpool, akhirnya harus berpisah dengan klub masa kecilnya. Keputusannya ini menjadi sorotan tajam, mengingat statusnya sebagai salah satu pemain kunci.

Sejumlah Pemain Akademi Lain Ikut Menyusul

Selain Alexander-Arnold, beberapa pemain akademi Liverpool lainnya juga dilepas pada bursa transfer musim panas lalu. Jarell Quansah, misalnya, bergabung dengan Bayer Leverkusen, meskipun Liverpool masih memiliki klausul pembelian kembali. Kiper Kelleher juga dijual ke Brentford. Sempat digadang-gadang sebagai penerus Alisson Becker, Kelleher memilih hengkang karena merasa gerah hanya menjadi pemain cadangan.

Foto: Getty Images/Mike Hewitt

Advertisement

Winger muda berusia 20 tahun, Ben Gannon-Doak, juga dilepas ke Bournemouth dengan Liverpool memegang klausul pembelian balik selama lima tahun ke depan. Gelandang bertahan Tyler Morton, 23 tahun, dijual ke Lyon dan langsung menjadi andalan di lini tengah klub Prancis tersebut. Sementara itu, Harvey Elliott dipinjamkan ke Aston Villa, dan Curtis Jones dikabarkan diminati Inter Milan untuk opsi pinjaman.

Strategi Belanja dan Pelepasan Jebolan Akademi

Liverpool, yang dikenal sebagai salah satu akademi sepak bola penghasil pemain muda bertalenta, kini justru terlihat gemar berbelanja pemain baru dan lebih memilih melepas jebolan akademinya. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai strategi klub: apakah ini langkah yang tepat atau justru berpotensi merugikan di masa depan?

Advertisement