Sepakbola

Polisi Tangkap Pelempar Flare ke Emil Audero, Pelaku Berbeda dengan Korban Jari Putus

Advertisement

CREMONA – Kepolisian Cremona berhasil menangkap seorang pria berusia 19 tahun yang diduga sebagai pelaku pelemparan flare ke arah kiper Cremonese dan Tim Nasional Indonesia, Emil Audero Mulyadi. Penangkapan ini dilakukan pada Selasa (3/2/2026), setelah insiden yang terjadi pada pertandingan Serie A antara Inter Milan melawan Cremonese di Stadion Giovanni Zini akhir pekan lalu.

Insiden Berbahaya di Stadion

Pertandingan yang dimenangkan Inter Milan dengan skor 2-0 tersebut sempat diwarnai insiden pada awal babak kedua. Emil Audero terkapar di lapangan setelah terkena lemparan petasan flare yang berasal dari tribun penonton. Pertandingan terpaksa dihentikan sementara untuk memberikan penanganan medis kepada Audero. Beruntung, kiper keturunan Indonesia tersebut tidak mengalami luka parah dan dapat melanjutkan pertandingan.

Identifikasi Pelaku

Menindaklanjuti insiden tersebut, Kepolisian Cremona segera bergerak untuk mengidentifikasi pelaku. Berdasarkan rekaman video pengawasan stadion, pelaku yang merupakan pria berusia 19 tahun itu diyakini merupakan bagian dari kelompok ultras Inter Milan yang baru terbentuk bernama ‘No Name’.

Beberapa pemberitaan Italia sebelumnya sempat menyebutkan bahwa pelaku yang melempar flare mengalami luka serius hingga kehilangan tiga jari akibat ledakan petasan di tangannya. Namun, Kepolisian Cremona mengklarifikasi bahwa pelaku yang ditangkap kali ini berbeda dengan sosok yang diberitakan mengalami cedera jari.

Advertisement

Investigasi Berlanjut dan Sanksi untuk Inter Milan

Investigasi oleh unit operasi khusus Kepolisian Cremona masih terus berlanjut untuk mengidentifikasi pihak-pihak lain yang bertanggung jawab atas peluncuran petasan dan flare sebelum pertandingan dimulai.

Akibat insiden serius ini, Kementerian Dalam Negeri Italia menjatuhkan sanksi berat bagi Inter Milan. Klub berjuluk Nerazzurri tersebut dilarang didampingi oleh suporternya dalam tiga laga tandang beruntun di Serie A hingga tanggal 23 Maret 2026. Sanksi ini juga mencakup laga tandang di area Lombardi.

“Setelah adanya insiden serius yang terjadi di laga tersebut, Kementerian Dalam Negeri menghukum fans Inter tidak boleh mendampingi timnya di laga tandang sampai 23 Maret 2026, termasuk juga untuk laga tandang di area Lombardi,” demikian isi pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Italia.

Advertisement