Sepakbola

Tuduhan Rasisme Vinicius Junior: Prestianni Dituding Biang Kerok, Chilavert Bela Pemain Benfica

Advertisement

Polemik tuduhan rasisme dalam laga Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid semakin memanas. Pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, yang dituding melakukan hinaan rasial terhadap Vinicius Junior, justru mendapat pembelaan tak terduga dari kiper legendaris Paraguay, Jose Luis Chilavert. Alih-alih mengecam Prestianni, Chilavert justru menunjuk Vinicius sebagai provokator utama.

Tuduhan Rasisme dan Bantahan Prestianni

Insiden ini terjadi tak lama setelah Vinicius Junior merayakan golnya dalam pertandingan yang berlangsung pada Rabu (18/2/2026). Pemain asal Brasil itu mengaku dipanggil ‘monyet’ oleh Prestianni. Namun, tuduhan tersebut dibantah keras oleh Prestianni. Pemain asal Argentina itu mengklaim bahwa ia mengolok-olok Vinicius sebagai ‘homo’, bukan ‘mono’ (monyet dalam bahasa Spanyol).

Kesulitan pembuktian muncul karena Prestianni berbicara sambil menutup mulutnya dengan kaus, membuat rekaman visual menjadi tidak jelas. Meskipun demikian, Real Madrid dilaporkan telah mengajukan laporan resmi terkait dugaan hinaan rasisme yang diterima Vinicius kepada UEFA.

Jose Luis Chilavert Angkat Bicara

Dalam sebuah program televisi, Jose Luis Chilavert memberikan pandangan yang berbeda dari kebanyakan pihak. Ia justru mempertanyakan reaksi yang membela Prestianni di Spanyol, seraya menuding Vinicius sebagai pihak yang memulai keributan.

“Mengapa di Spanyol mereka datang dan ingin membela Prestianni? Jika penghinaan pertama datang dari Vinicius, yang berkulit hitam,” ujar Chilavert, seperti dilansir dari Give Me Sports.

Mantan pemain Real Zaragoza itu melanjutkan kritiknya dengan mempertanyakan fenomena Vinicius yang sering terlibat masalah.

Advertisement

“90 Persen pemain Madrid berkulit hitam, mengapa mereka tidak pernah memiliki masalah dan Vinicius selalu bermasalah dengan semua orang?” imbuhnya.

Chilavert: Vinicius Rasis Terhadap Orang Kulit Putih?

Chilavert bahkan melontarkan tudingan yang lebih serius, menyebut Vinicius Junior sebagai seorang rasis. Ia merujuk pada sebuah momen di mana Vinicius menangis dan mengungkapkan keinginannya akan dunia sepak bola yang lebih baik bagi orang kulit hitam.

“Masalahnya sangat dalam: dunia yang kita tinggali saat ini memiliki sedikit ingatan. Ada pertandingan antara Brasil dan Spanyol di mana kamera Netflix merekam Vinicius dan dia berkata sambil menangis bahwa dia menginginkan sepakbola di mana orang kulit hitam dapat hidup lebih baik,” papar Chilavert.

“Dia sendiri ternyata seorang yang rasis. Apakah dia ingin orang kulit putih hidup sengsara?” tanyanya retoris, mengkritik apa yang dianggapnya sebagai pandangan hipokrit Vinicius terkait isu rasisme.

Advertisement