Insiden dugaan rasial yang melibatkan Vinicius Junior dan Gianluca Prestianni di laga Benfica vs Real Madrid pada leg pertama play-off babak 16 besar Liga Champions, Rabu (18/2/2026), ternyata dipicu oleh perang kata-kata sebelumnya. Vinicius diduga melontarkan hinaan kepada Prestianni sebelum pemain asal Argentina itu dituding melakukan rasial.
Adu Mulut Usai Selebrasi Gol
Real Madrid berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Benfica di markas lawan. Gol tunggal dicetak oleh Vinicius Junior pada menit ke-50. Usai mencetak gol, Vinicius melakukan selebrasi joget di tiang pojok, yang memicu kemarahan suporter Benfica. Tindakan ini berujung kartu kuning dari wasit.
Gianluca Prestianni kemudian menghampiri Vinicius, yang dianggap memprovokasi fans. Keduanya terlibat adu mulut. Berdasarkan analisis voice actor ternama Brasil, Gustavo Machado, yang membaca gerak bibir Vinicius, pemain asal Brasil itu diduga melontarkan hinaan kepada Prestianni.
Dugaan Hinaan ‘Pengecut Sialan’
Menurut pembacaan gerak bibir Machado, yang dilansir dari media Argentina Ole, Vinicius mengucapkan, “Kenapa? Kenapa aku? Tutup mulutmu, tutup mulut sialanmu itu. Pengecut, pengecut, pengecut… Pengecut sialan.” Hinaan ini dilontarkan Vinicius setelah mendapat kartu kuning dan sebelum melaporkan dugaan hinaan rasial dari Prestianni.
Vinicius kemudian berlari ke arah wasit, menuding Prestianni memanggilnya ‘macaco’ (monyet dalam bahasa Portugis). Sebelum laga dilanjutkan, pemain berusia 25 tahun itu kembali memanggil Prestianni dengan sebutan ‘pengecut sialan’.
Prestianni Bantah Tuduhan Rasis
Di sisi lain, Gianluca Prestianni membantah keras tuduhan melakukan penghinaan rasial terhadap Vinicius Junior. Pemain berusia 20 tahun itu menyatakan bahwa Vinicius salah mengartikan ucapannya dan tuduhan dirinya rasis adalah keliru.





