Selebriti

Ikang Fawzi Dukung Chiki Fawzi Usai Batal Jadi Petugas Haji 2026

Advertisement

Chiki Fawzi, putri bungsu musisi senior Ikang Fawzi, batal berangkat ke Tanah Suci sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. Keputusan ini diambil setelah Chiki menjalani serangkaian pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede, menimbulkan kesedihan mendalam mengingat impiannya menjadi pelayan tamu Allah sejak tiga tahun lalu.

Di tengah polemik alasan pembatalan tersebut, Ikang Fawzi hadir sebagai figur pendukung utama bagi putrinya. Ia tidak menampik merasa terusik atas perlakuan yang diterima Chiki, menilai adanya ketidakadilan dalam proses pencopotan tersebut. Namun, alih-alih meluapkan emosi, Ikang memilih pendekatan personal dan hangat.

Dukungan Ayah untuk Generasi Kritis

Ikang Fawzi menyatakan kebanggaannya terhadap sikap kritis dan bertanggung jawab yang dimiliki anak-anaknya. Ia melihat sikap kritis Chiki sebagai sebuah aset berharga.

“Aku sangat senang sekali mempunyai anak-anak yang kritis dan bertanggung jawab,” ujar Ikang Fawzi saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin.

Pelantun lagu “Preman” itu menambahkan bahwa generasi muda harus berani bersuara untuk memperjuangkan masa depan mereka, meskipun terkadang harus menghadapi konsekuensi pahit seperti yang dialami Chiki.

Advertisement

“Karena anak muda itu harus kritis dan bertanggung jawab, karena masa depan milik mereka. Masa depan itu enggak gratis, mereka harus merebut masa depan mereka sendiri,” tuturnya.

Meskipun demikian, Ikang Fawzi mengakui adanya rasa ketersinggungan pribadi atas kejadian tersebut. Ia berpendapat bahwa profesionalisme seharusnya tidak dicampuradukkan dengan hal-hal yang kurang bijaksana.

“Ya, bukan sedih, saya tersinggung. Saya juga ini… tapi saya pikir ya itu urusan. Lo punya gawean, ya terserah lo. Mau tidak bijaksana, itu urusan lo,” ungkap Ikang Fawzi.

Momen Sederhana Penguat Keluarga

Untuk menghibur Chiki, Ikang Fawzi memilih cara yang sederhana namun bermakna: makan bakso bersama. Momen santai ini menjadi ruang bagi percakapan dari hati ke hati.

“Kemarin sempat makan bakso bareng,” ucapnya singkat.

Musisi berusia 66 tahun itu membuktikan bahwa dukungan emosional dari keluarga, bahkan melalui kegiatan sederhana seperti makan bakso, memiliki kekuatan yang besar. Ia menekankan pentingnya kekompakan keluarga.

“Keluarga itu harus semakin kompak dan solid. Karena bagaimanapun juga, keluarga yang solid itulah yang bisa membuahkan masyarakat yang sehat ke depannya,” pungkasnya.
Advertisement