Selebriti

Ikang Fawzi Kecewa dan Tersinggung Atas Pencopotan Chiki Fawzi dari Petugas Haji 2026

Advertisement

Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari dunia penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Chiki Fawzi, putri musisi Ikang Fawzi, mendadak dicopot dari posisinya sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Keputusan ini diambil setelah Chiki mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan, serta bersiap untuk bertugas melayani jemaah di Tanah Suci.

Pencopotan yang diduga dipicu oleh sikap kritis Chiki di media sosial ini menuai reaksi keras dari ayahnya. Ikang Fawzi menyatakan kekecewaannya dan merasa tersinggung atas perlakuan yang dinilainya tidak bijaksana terhadap putrinya. Ia menilai keputusan tersebut tidak profesional, mengingat Chiki telah melalui proses seleksi yang panjang.

Kekecewaan dan Dukungan Penuh Ayah

“Ya, bukan sedih, saya tersinggung. Saya juga ini… tapi saya pikir ya itu urusan. Lo punya gawean, ya terserah lo. Mau tidak bijaksana, itu urusan lo,” ujar Ikang Fawzi saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/2/2026).

Meskipun sikap kritis Chiki diduga menjadi pemicu pembatalan, Ikang Fawzi justru memberikan dukungan penuh. Ia menekankan pentingnya sikap kritis bagi generasi muda demi masa depan bangsa.

“Intinya aku sangat senang mempunyai anak-anak yang kritis dan bertanggung jawab. Karena anak muda harus kritis dan bertanggung jawab, sebab masa depan milik mereka. Masa depan itu tidak gratis, mereka harus merebut masa depan mereka sendiri,” tegas Ikang Fawzi.

Kedewasaan Chiki dalam Menghadapi Ujian

Di tengah rasa kecewa, Ikang Fawzi mengaku bangga melihat kedewasaan putrinya. Chiki Fawzi disebut mampu memaknai kejadian ini secara bijak dengan mengaitkannya pada izin dan kehendak Tuhan.

Advertisement

“Satu hal yang aku dapat dari anakku adalah, ‘Ayah, Kiki bisa naik haji itu semuanya atas izin Allah’. Itu artinya segalanya. Kalau sekarang tidak jadi berangkat, berarti belum diizinkan. Mungkin memang belum baik ke depannya,” tutur Ikang Fawzi menirukan ucapan putrinya.

Momen Kebersamaan Keluarga

Untuk menenangkan hati Chiki, Ikang Fawzi memilih cara sederhana dengan menghabiskan waktu bersama. Momen makan bakso bersama menjadi salah satu cara Ikang untuk menunjukkan bahwa keluarga adalah tempat pulang yang aman.

Bagi Ikang Fawzi, peristiwa ini justru menjadi ujian yang mempererat hubungan keluarga. Ia meyakini bahwa keluarga yang kompak dan solid adalah fondasi penting bagi terciptanya masyarakat yang sehat, terlepas dari tantangan apa pun yang datang dari luar.

“Keluarga itu akan semakin kompak dan semakin solid. Karena bagaimanapun juga, keluarga yang solid itulah yang bisa membuahkan masyarakat yang sehat ke depannya,” pungkasnya.

Advertisement