Selebriti

Karina Icha Ungkap Perjuangan Berat Raih Gelar Miss Celebrity International Ambassador 2025

Advertisement

Perjuangan hingga mencapai puncak kesuksesan seringkali diwarnai pengorbanan besar. Hal ini dirasakan oleh Karina Icha, yang berhasil meraih gelar Miss Celebrity International Ambassador 2025. Perjalanan Karina dimulai dari dunia akting sebelum akhirnya menjajal ajang kecantikan atas saran teman-temannya.

Perjalanan Awal dan Kemenangan di Indonesia

Perempuan kelahiran Enrekang, 15 Mei 1994, ini menceritakan prosesnya mengikuti audisi sebagai perwakilan Sulawesi Selatan. Setelah melalui tahapan karantina di Jakarta, Karina berhasil melangkah ke final pada 28 September 2025. Puncaknya, ia dinobatkan sebagai pemenang Miss Celebrity Indonesia, yang secara otomatis memberinya tiket untuk mewakili Tanah Air di kancah internasional.

“Lalu saya ikutin prosesnya. Ikut audisinya, sebagai perwakilan Sulawesi Selatan, lalu karantina di Jakarta dan final 28 September 2025. Sampai akhirnya diumumkan sebagai pemenang Miss Celebrity Indonesia dan gelar itu otomatis mewakili Indonesia di ajang lebih tinggi yaitu internasional,” ungkap Karina kepada detikcom, Kamis (5/2/2026).

Menaklukkan Panggung Internasional

Kompetisi di tingkat internasional yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, mempertemukan Karina dengan puluhan negara lain, termasuk Venezuela, China, dan Thailand. Pada malam final tanggal 22 Desember 2025, Indonesia berhasil keluar sebagai juara.

“Lalu setelah kompetisi di Kuala Lumpur, Malaysia melawan puluhan negara lainnya seperti Venezuela, China, Thailand dan lainnya, pada final 22 Desember 2025, akhirnya Indonesia diumumkan sebagai pemenang Miss Celebrity International Ambassador,” terangnya.

Pengorbanan Fisik dan Mental

Proses panjang menuju kemenangan ini menuntut pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran. Karina mengaku fokus berlatih keras dari berbagai aspek dengan target awal masuk tiga besar di ajang internasional.

Advertisement

“Karena, pada saat mulai masuk dari awal, saya fokus untuk berlatih dengan keras dari segala aspek. Dengan target 3 besar di Internasional tapi ternyata Allah Maha Baik saya diberi melebihi target,” tuturnya.

Salah satu perjuangan terberat yang dihadapi Karina adalah menurunkan berat badan. Ia berhasil menurunkan 8 kilogram dalam dua bulan melalui diet dan olahraga. Selain itu, ia juga harus berlatih catwalk dengan heels setinggi 15 cm yang kerap menyebabkan cedera kaki. Saat karantina internasional, telinganya robek akibat penggunaan anting besar setiap hari, dan kedua kakinya harus dilakban karena cedera akibat penggunaan sepatu hak tinggi selama 12 jam sehari.

“Berusaha diet dan olahraga untuk menurunkan berat badan 8 kilogram dalam waktu dua bulan. Belajar catwalk dengan menggunakan heels 15 CM yang kadang terjatuh membuat cedera kaki. Waktu karantina di tingkat internasional, telinga saya berdarah karena robek akibat setiap hari menggunakan anting besar. Kedua kaki saya juga harus dilakban karena cedera dari penggunaan sepatu hak tinggi 12 jam setiap hari,” jelasnya.

Membawa Budaya Papua ke Kancah Global

Dukungan penuh dari keluarga dan teman menjadi motivasi bagi Karina untuk terus memberikan yang terbaik. Dalam ajang internasional, Karina memilih mengenakan baju adat Papua untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di mata dunia.

“Saya juga memakai baju adat Papua saat di ajang internasional, karena saya ingin memperkenalkan di kancah global bahwa kita memiliki segudang budaya yang unik dan luar biasa. Dan saya melihat kompetisi kecantikan di Indonesia lebih cenderung menggunakan pakaian adat Jawa dan Bali, tapi kalau adat Papua masih jarang. Yang terpenting Papua adalah bagian dari NKRI,” pungkasnya.

Advertisement