Sepakbola

Nottingham Forest Pecat Sean Dyche, Tiga Manajer Jadi Korban dalam Semusim Liga Inggris

Advertisement

Nottingham – Jabatan manajer Nottingham Forest terbukti menjadi salah satu yang paling tidak stabil di Premier League. Dalam satu musim kompetisi, klub berjuluk The Garibaldi ini telah memecat tiga pelatih berbeda.

Sean Dyche Jadi yang Terbaru

Terbaru, Nottingham Forest mengumumkan pemecatan Sean Dyche pada Kamis (12/2/2026) dini hari WIB. Keputusan ini diambil setelah timnya hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Wolverhampton Wanderers, tim juru kunci klasemen.

Sean Dyche hanya menjabat selama 114 hari. Kepergiannya membuat Nottingham Forest tertahan di peringkat ke-17 klasemen Premier League dengan 27 poin, hanya berjarak tiga angka dari zona degradasi.

Dyche menjadi manajer ketiga yang didepak Nottingham Forest pada musim Liga Inggris 2025/2026. Ia menyusul dua nama sebelumnya, Nuno Espirito Santo dan Ange Postecoglou.

Rangkaian Pemecatan

Nuno Espirito Santo adalah manajer pertama yang merasakan kursi panas ini. Ia dipecat pada 9 September 2025, menjadikannya pelatih pertama yang di-PHK di Liga Inggris musim tersebut. Pemecatan Nuno disebut-sebut akibat perselisihannya dengan pemilik klub, Evangelos Marinakis. Nuno mengkritik kebijakan transfer dan menilai skuad yang ada belum siap menghadapi musim baru.

Advertisement

Posisi Nuno kemudian diisi oleh Ange Postecoglou. Namun, nasibnya di City Ground tidak bertahan lama. Ia hanya memimpin tim selama kurang dari dua bulan sebelum akhirnya didepak.

Ange Postecoglou dipecat setelah Nottingham Forest menelan kekalahan 0-3 dari Chelsea di kandang pada 18 Oktober 2025. Selama masa kepelatihannya, Forest gagal meraih kemenangan dalam delapan pertandingan.

Berikut adalah riwayat manajer Nottingham Forest di musim ini:

NoNama ManajerPeriode
1Nuno Espirito SantoAwal Musim – 9 September 2025
2Ange Postecoglou10 September 2025 – 18 Oktober 2025
3Sean Dyche22 Oktober 2025 – 12 Februari 2026

Sean Dyche kemudian ditunjuk menggantikan Postecoglou pada 22 Oktober 2025, namun kini ia menjadi korban terbaru dari kebijakan pergantian manajer yang agresif di Nottingham Forest.

Advertisement