Komika Pandji Pragiwaksono, melalui kuasa hukumnya Haris Azhar, menyatakan akan menempuh jalur penyelesaian adat terkait kasus dugaan penghinaan terhadap adat Toraja yang menjeratnya. Langkah ini diambil sebagai upaya pemulihan hubungan dengan masyarakat adat yang merasa tersinggung.
Penyelesaian Melalui Mekanisme Adat
Haris Azhar menjelaskan bahwa meskipun proses hukum di kepolisian tetap berjalan, terdapat pembicaraan mengenai penyelesaian di tingkat masyarakat lokal. “Ada di Toraja mekanisme itu. KUHAP kita juga mengakui mekanisme penyelesaian yang ada di masyarakat,” ujar Haris Azhar di Polda Metro Jaya, Senin (09/02/2026). Ia menambahkan bahwa detail lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini akan disampaikan kemudian. “Belum ada, belum ada. Nanti ada update-nya. Tapi itu nanti ada di Toraja-nya,” katanya.
Haris Azhar menyarankan agar pihak yang ingin mengetahui lebih lanjut dapat berkomunikasi langsung dengan tokoh-tokoh adat di Toraja. “Nanti baiknya teman-teman coba cari tahu saja sama tokoh-tokoh adat di Toraja, sana saja,” tuturnya.
Pandji Tegaskan Niat Baik dan Menghargai Keberagaman
Pandji Pragiwaksono secara konsisten menyatakan bahwa dirinya tidak pernah berniat untuk merendahkan budaya manapun. Sebagai seorang komika yang menjunjung tinggi keberagaman, ia menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh prosedur yang berlaku, baik melalui jalur hukum formal maupun hukum adat.
“Intinya adalah ketika ada kesempatan untuk membuka ruang dialog, untuk menciptakan kejelasan, saya akan hadir,” pungkas Pandji Pragiwaksono.
Latar Belakang Kasus
Kasus ini bermula dari video lawas pertunjukan stand-up comedy Pandji Pragiwaksono bertajuk “Mesakke Bangsaku” pada tahun 2013. Potongan video tersebut kembali viral di media sosial pada akhir 2025, menampilkan materi lelucon mengenai ritual pemakaman di Toraja yang dinilai oleh pelapor telah menghina dan merendahkan martabat suku tersebut. Akibatnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh sekelompok masyarakat Toraja.
Pihak Pandji Pragiwaksono saat ini tengah berupaya mengupayakan penyelesaian melalui jalur kekeluargaan dan dialog dengan para pemangku adat di Toraja.






