Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahannya kini menarik perhatian internasional, bahkan hingga dipelajari oleh para ahli dari White House, kantor kepresidenan Amerika Serikat.
Program Prioritas dan Perkembangan MBG
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (02/02/2026). Ia menegaskan bahwa MBG merupakan program prioritas utama pemerintahannya, setara dengan swasembada energi dan pangan.
“Baru kita harus mengubah aliran uang dari desa ke ibu kota dan keluar negeri, kita harus membalikkan, antara lain Makan Bergizi Gratis,” ujar Prabowo.
Prabowo memaparkan bahwa program MBG telah menjangkau 60 juta penerima manfaat hingga saat ini, dengan target 82 juta penerima manfaat dalam waktu dekat. “Kita ingin anak kita harus makan cukup. Dan alhamdulillah, hingga hari ini, tadi malam saya sudah cek ke kepala BGN, sudah 60 juta penerima manfaat dalam 1 tahun 4-5 bulan,” ucapnya.
Klaim Keberhasilan dan Statistik Keamanan Pangan
Ia mengklaim program MBG berhasil, dengan total 17 miliar makanan telah diproduksi. Prabowo menyoroti bahwa banyak pihak yang awalnya meragukan kemampuan pemerintah dalam menjalankan program ini.
“Tidak ada yang menduga kita mampu. Banyak, bahkan orang-orang hebat meramalkan, pasti gagal. Sekian ribu keracunan, kita makan di restoran paling mahal di Jakarta saja ada yang keracunan. Kalau kita jumlahkan, berapa ribu yang keracunan, dibandingkan berapa miliar makanan yang sudah kita bagi, statistiknya adalah 0,008. Artinya apa? Artinya 99,99% usaha MBG harus dinyatakan berhasil,” jelasnya.
Perhatian Internasional dan Investasi Jangka Panjang
Prabowo mengaku heran dengan kritik yang terus dilayangkan terhadap program MBG, mengingat program ini justru dipelajari oleh pihak luar negeri.
“Saya baru sehari lalu, para ahli, pakar dari White House sedang mempelajari MBG kita sendiri. Tiga-empat bulan lalu, kita terima rombongan dari Rockefeller Institute datang ke saya dan dia mengatakan, Makan Bergizi Gratis itu adalah investasi yang terbaik yang bisa dilakukan oleh suatu negara,” tuturnya.
Selain untuk pelajar, MBG juga diperuntukkan bagi ibu hamil dan lansia. Prabowo menekankan bahwa MBG adalah investasi jangka panjang yang memberikan imbal hasil berlipat ganda.
“Satu dolar atau 1 rupiah yang kita keluarkan untuk Makan Bergizi akan menimbulkan lipat ganda, minimal 5 kali. Dan dalam jangka panjang akan 30 lipat kali investasinya itu,” katanya.
Dampak Ekonomi dan Keraguan Terhadap Bangsa Sendiri
Program MBG juga diklaim telah menciptakan 1 juta lapangan kerja melalui Sistem Pengadaan Pangan Gizi (SPPG).
Prabowo menyayangkan adanya kecenderungan sebagian masyarakat Indonesia yang lebih mempercayai penilaian dari pihak asing daripada bangsanya sendiri.
“Ada kecenderungan, para orang pintar kita lebih percaya orang asing daripada bangsanya sendiri. Ya cek saja ke Rockefeller Institute, karena mereka tidak akan percaya dengan orang-orang ini. Saya nggak ngerti mereka itu pemikirannya seperti apa, tapi tetap harus kita ajak bicara,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa MBG menjadi percontohan global dalam penyaluran makanan bergizi.
“Coba tanya di dunia ini. Saudara-saudara, sekarang ini kita menjadi role model, kita mau dipelajari. Kasih lihat, kasih tahu saya, negara mana? Dan saudara mungkin ada yang percaya dan tidak. Saya juga kaget lho, kok White House mempelajari Makan Bergizi kita ini?” tandasnya.






