Perayaan Imlek tahun ini terasa berbeda bagi Sarwendah. Ia menjalani Tahun Baru China 2577 Kongzili secara sederhana bersama keluarga inti lantaran masih berduka atas meninggalnya sang ayah, Hendrik Lo, pada 19 Juli 2025.
Imlek Sederhana Bersama Keluarga Inti
Sarwendah mengaku bersyukur bisa berkumpul dengan keluarga meski tanpa kemeriahan seperti tahun-tahun sebelumnya. “Imlek hari ini senang ngumpul bareng keluarga, gak ada acara yang kayak gimana, gak boleh ada perayaan terlalu bagaimana karena kebetulan kan Yeye (ayah) belum sampai satu tahun gitu (meninggal), tapi ngumpulnya paling cuma bareng keluarga inti sama orang-orang terdekat aja gitu,” kata Sarwendah di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (17/2/2026) malam.
Penyesuaian Tradisi Angpao dan Busana
Meskipun masih berduka, Sarwendah menyebut tradisi berbagi angpao tetap dilakukan dengan penyesuaian. Setelah berdiskusi mengenai kepercayaan masing-masing, ia mendapat izin untuk membagikan angpao, namun tidak menggunakan amplop merah.
“Terus kemarin sudah berdiskusi akhirnya gitu dengan apa kepercayaan masing-masing gitu. Ya kalau misalnya gimana nih, boleh gak kita bagi angpao atau dapat angpao gitu? Katanya akhirnya udah tanya sana-sini karena kan ini tradisi ya. Udah katanya, ‘Oh ya boleh, tapi gak boleh pakai amplop merah,'” ungkapnya.
Sarwendah juga menghindari busana bernuansa merah yang identik dengan Imlek. “Terus boleh makan-makan tapi sama keluarga, sama ya udah orang sekitar aja gitu, tapi gak boleh pakai baju warna terlalu merah gitu, makanya hari ini biru. Gitu,” jelas mantan istri Ruben Onsu itu.
Barongsai Ditiadakan, Kue Lapis Tak Dibuat
Biasanya, keluarga Sarwendah menghadirkan barongsai untuk memeriahkan suasana Imlek di rumah. Namun, tahun ini tradisi tersebut ditiadakan.
“Jadi kayak gak boleh ada barongsai di rumah. Kan biasa pasti ada barongsai tuh. Nah, ini kebetulan kemarin pas kita malam kan sebelum Sinchia ada malam makan-makan keluarga juga gitu. Itu di restorannya ada barongsai gitu. Jadi udah dikasih tahu anak-anak juga gak boleh barongsainya lagi, gak bisa kita ajak ke rumah ya gitu,” tuturnya.
Ia menegaskan, “Iya, tanpa barongsai, tanpa busana merah, tanpa angpao merah gitu.”
Mantan personel girl band Cherrybelle itu mengaku tidak melakukan persiapan spesial. Biasanya, ibunya atau Nai Nai akan memasak beberapa menu khas Imlek seperti shabu-shabu dan kue lapis agar rezeki berlimpah.
“Pasti kan kalau misalnya tiap Imlek pasti Nai Nai masak shabu-shabu, kue lapis, biar rezekinya berlapis-lapis. Tapi shabu-shabunya boleh, kalau kue lapisnya Nai Nai gak boleh bikin kue lapis,” tuturnya.
“Jadi akhirnya kita yang dikasih aja karena katanya kan kebetulan Yeye belum setahun, jadi gak boleh bikin kue lapis dulu gitu. Tapi pasti makanan wajib yang selalu ada pasti shabu-shabu gitu,” jelas Sarwendah.
Anak-anak Memahami Kondisi
Sarwendah juga mengaku sudah memberi pengertian kepada anak-anaknya terkait perayaan Imlek yang berbeda tahun ini.
“Kan waktu itu juga pada saat acara Yeye juga mereka ngerti. Terus udah dikasih tahu juga, ‘Oh ya Yeye belum setahun ya,’ gitu. Ya mengerti sih mereka,” ungkapnya.






