Berita

109 Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan Makanan Bergizi, Bupati Evaluasi Program MBG

Advertisement

Kudus – Sebanyak 109 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kudus diduga mengalami keracunan setelah menyantap program Makanan Bergizi (MBG) gratis. Para siswa tersebut dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluhkan gejala seperti mual, diare, dan lemas.

Gejala Muncul Malam Hari

Wakil Humas SMAN 2 Kudus, Dwiyana, menjelaskan bahwa para siswa menyantap MBG pada hari Rabu (27/1/2026). Gejala keracunan mulai dirasakan oleh sebagian siswa pada malam harinya, dan semakin banyak yang mengeluh sakit pada keesokan harinya.

“Kemarin makan MBG, mulai semalam ada yang diare ada yang masuk ke rumah sakit, tadi pagi banyak guru mengalami diare. Terus dari sekolah banyak siswa yang mengeluh perutnya sakit, mual dan sebagainya,” ujar Dwiyana, Jumat (30/1/2026).

Menurut Dwiyana, jumlah siswa yang terdampak cukup signifikan. Di setiap kelas, dilaporkan ada sekitar 20 hingga 40 siswa yang mengalami gejala serupa. Beberapa siswa bahkan terpaksa izin sekolah pada pagi harinya karena kondisi kesehatan yang memburuk.

“Kami mendata siswa yang sakit itu ada yang 20, 30, 40 siswa, kemudian kita minta tolong ke puskesmas ternyata banyak siswa terkena diare, kemudian minta bantuan ke dinas kesehatan dan dokter ke sini ternyata anak-anak tidak kuat sehingga meminta bantuan ambulans untuk dibawa ke rumah,” jelasnya.

Advertisement

Bupati Kudus Lakukan Evaluasi

Menanggapi insiden ini, Bupati Kudus, Samani Intakoris, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus telah bertindak cepat untuk menangani dugaan keracunan massal ini. Pihaknya berencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, yang merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto.

“Ada kejadian MBG di Kabupaten Kudus, dan pemkab reaksi cepat untuk melakukan penanganan untuk indikasi MBG ini. Semoga kita lakukan evaluasi ke depan,” kata Samani kepada wartawan di Kudus.

Evaluasi ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang dan memastikan keamanan serta kualitas program makanan bergizi bagi para siswa.

Advertisement