Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menekankan pentingnya kedekatan dengan para pemainnya. Ia menegaskan bahwa pintu komunikasinya selalu terbuka bagi seluruh skuat El Real, sebuah pendekatan yang ia yakini krusial dalam membangun hubungan positif.
Pendekatan Arbeloa Pasca-Alonso
Arbeloa ditunjuk sebagai pelatih Madrid pada 13 Januari 2026, menggantikan Xabi Alonso yang mengakhiri masa baktinya lebih awal. Isu mengenai masalah di ruang ganti disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kepergian Alonso. Menyadari hal ini, Arbeloa berupaya menjalin hubungan yang lebih erat dengan para pemainnya.
“Itulah yang saya sukai. Itu adalah cara kerja saya, bagaimana saya memahami peran saya, dan bagaimana saya senang menjalin hubungan semacam itu dengan pelatih saya dahulu sewaktu saya masih menjadi pemain. Kini, setelah tiba giliran saya, saya mencoba untuk berbicara dengan mereka semua, terutama mengenai topik-topik yang berkaitan dengan sepakbola. Pintu saya selalu terbuka bagi mereka. Mereka tahu di mana harus mencari saya,” ujar Arbeloa, seperti dikutip dari situs resmi Madrid.
Ia menambahkan bahwa komunikasi dua arah menjadi kunci. “Sering kali mereka yang mendatangi saya, dan sering kali saya yang memanggil mereka. Itulah yang benar-benar penting bagi saya, lebih dari sekadar bocoran informasi tertentu yang mungkin muncul dari berbagai lingkungan yang berbeda. Saya fokus untuk menjalin hubungan baik dengan semua pemain saya; semakin dekat hubungan tersebut, maka akan semakin baik,” lanjutnya.
Rekam Jejak Arbeloa Sejauh Ini
Sejak mengambil alih kemudi kepelatihan, Arbeloa telah memimpin Madrid dalam tujuh pertandingan. Dari jumlah tersebut, tim meraih lima kemenangan dan menelan dua kekalahan. Di ajang Liga Spanyol, Madrid belum terkalahkan di bawah asuhan Arbeloa, dengan meraih kemenangan atas Valencia, Rayo Vallecano, Villarreal, dan Levante. Satu kemenangan tambahan dicatatkan saat menghadapi AS Monaco.
Namun, Madrid merasakan kekalahan di Liga Champions saat bertandang ke markas Benfica. Kekalahan lain terjadi di Copa del Rey melawan tim Segunda Division, Albacete.






