Banjir masih menggenang di Jalan Kelapa Hybrida, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis (29/1/2026) siang. Kondisi ini memaksa sejumlah pengemudi ojek online (ojol) untuk memarkirkan kendaraan mereka di tengah jalan demi mengambil pesanan.
Pantauan di Lokasi
Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 13.45 WIB, tinggi permukaan air di jalan tersebut mencapai sekitar 30 sentimeter. Kendaraan yang melintas cenderung memilih jalur kanan jalan yang ketinggian airnya lebih rendah. Meskipun demikian, arus lalu lintas dilaporkan masih berjalan lancar.
Beberapa titik di permukaan jalan juga terlihat berlubang dan ditandai seadanya menggunakan krat botol. Pengendara motor, terutama yang menggunakan motor bebek, harus melaju lebih perlahan untuk menghindari lubang yang tertutup genangan air.
Kisah Supri, Pengemudi Ojol
Salah satu pengemudi ojol yang terlihat memarkirkan motornya di tengah jalan adalah Supri. Ia sedang dalam perjalanan untuk mengambil pesanan pizza di sebuah toko di kawasan tersebut. Supri tampak turun dari motornya, membuka standar tengah, lalu berjalan kaki menuju toko.
Supri mengaku sengaja memarkirkan motornya di tengah jalan karena khawatir kendaraannya mogok. “Iya (takut mogok) parkir sini,” kata Supri, menjelaskan keputusannya. Ia menambahkan bahwa ia harus segera mengantar pesanan tersebut ke kawasan Gading Griya.
Data BPBD DKI Jakarta
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta per pukul 14.00 WIB, tercatat ada 17 ruas jalan dan 52 wilayah RT yang terendam banjir.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, menjelaskan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan luapan kali. Genangan air tertinggi di permukiman dilaporkan terjadi di Jakarta Timur dengan ketinggian mencapai 140 cm. Sementara itu, genangan banjir di jalan paling tinggi terpantau di RW 07 dan RW 08 Sukabumi Utara, Jakarta Barat.






