Berita

BMKG Pastikan Modifikasi Cuaca Aman bagi Lingkungan dan Kualitas Air

Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan tidak membahayakan lingkungan. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa proses modifikasi cuaca tidak secara signifikan mengurangi kualitas air.

Kajian Keamanan Bahan Modifikasi Cuaca

Faisal menjelaskan bahwa bahan-bahan yang digunakan dalam modifikasi cuaca telah melalui kajian mendalam dan terbukti aman bagi lingkungan. “Perlu kami sampaikan bahwa untuk modifikasi cuaca itu, itu sebenarnya tidak membahayakan,” kata Faisal seusai rapat bersama Komisi V DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Bahan-bahan seperti NaCl untuk menurunkan hujan, kapur tohor, hingga KCl untuk flare, telah terbukti tidak menimbulkan efek lingkungan yang signifikan. “Jadi juga kita sudah memantau kualitas air di badan air dan sebagainya itu memang tidak secara signifikan dapat mengurangi kualitas dari air yang kita, yang ada di permukaan,” sambung dia.

Tujuan dan Cakupan Operasi Modifikasi Cuaca

Sepanjang tahun ini, BMKG telah melaksanakan 83 operasi modifikasi cuaca. Operasi ini banyak dilakukan di wilayah barat dan tengah Indonesia, disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Advertisement

Faisal merinci beberapa tujuan utama dilakukannya modifikasi cuaca:

  • Mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi.
  • Mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
  • Meningkatkan tampungan air di bendungan dan waduk.

“Untuk dapat mengantisipasi terjadinya karhutla atau kebakaran hutan dan lahan, serta untuk dapat meningkatkan tampungan-tampungan di daerah, bendungan atau di daerah waduk,” tutur Faisal.

Advertisement