JAKARTA, 31 Januari 2026 – Kepadatan kapal nelayan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, berhasil diurai oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya. Kondisi ini sebelumnya mengganggu alur keluar masuk kapal di salah satu pelabuhan perikanan tersibuk di ibu kota.
Upaya Penguraian Kepadatan
Direktur Ditpolairud Polda Metro Jaya, Kombes Mustofa, menyatakan komitmen lembaganya untuk menjaga keselamatan pelayaran dan kelancaran aktivitas pelabuhan. “Menindaklanjuti pemberitaan yang viral, Ditpolairud bergerak cepat ke lapangan untuk melakukan penataan dan membuka kembali alur pelayaran. Penanganan dilakukan secara bertahap dan akan terus kami pantau bersama instansi terkait,” ujar Kombes Mustofa pada Jumat (30/1/2026).
Personel Subdit Patroli Airud segera dikerahkan untuk memberikan imbauan dan arahan kepada para nahkoda kapal yang memarkirkan kapalnya hingga menutup alur pelayaran. Langkah ini bertujuan agar alur di dalam pelabuhan dapat kembali lancar.
Penertiban dilakukan secara bertahap. Tahap awal, area alur pelayaran berhasil dibuka sekitar 50 persen. Namun, masih terdapat sisa kapal yang memerlukan penataan lebih lanjut. Penertiban lanjutan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Foto: dok. istimewa
Koordinasi dan Solusi Jangka Panjang
Sebagai tindak lanjut, Ditpolairud Polda Metro Jaya menggelar rapat koordinasi tata kelola kapal perikanan. Rapat yang dipimpin oleh Direktur Kepelabuhanan ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan terkait di Ruang Rapat Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan (UP3) Muara Angke.
Dalam rapat tersebut, disepakati beberapa langkah strategis. Ke depannya, akan dilaksanakan pengecekan rutin setiap hari. Selain itu, penguatan kolaborasi dengan instansi terkait akan terus dilakukan guna mencegah terulangnya penumpukan kapal dan memastikan kelancaran aktivitas pelabuhan.
Ditpolairud Polda Metro Jaya menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan mengambil langkah preventif sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya para nelayan dan pengguna jasa pelabuhan.






