Berita

Kapolri, Mentan, dan Ketua Komisi IV DPR Resmikan Revamping Pabrik Amonia Pupuk Kaltim

Advertisement

Bontang, Kalimantan Timur – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meresmikan proyek revamping pabrik amonia 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Acara yang juga dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura ke-XXI Adji Mohammad Arifin, dan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni ini menandai upaya peningkatan efisiensi produksi pupuk nasional.

MoU Distribusi Pupuk untuk Petani

Selain peresmian, Jenderal Sigit juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) terkait kerja sama pendistribusian pupuk. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mewujudkan program Asta Cita, yaitu menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menekankan bahwa revamping pabrik amonia ini diharapkan dapat menciptakan efisiensi negara dalam produksi pupuk sebesar 10 hingga 16 persen. Ia juga menegaskan komitmen Polri dalam memastikan distribusi pupuk yang tepat sasaran dan tepat waktu kepada para petani.

“Kami melaksanakan penandatanganan MOU untuk pendistribusian pupuk, sehingga pupuk betul-betul bisa tepat sasaran sampai di masyarakat petani yang membutuhkan, dan harapan kita juga sampai tepat waktu,” kata Jenderal Sigit di lokasi acara, Kamis (29/1/2026).

Kapolri menambahkan, keterlambatan distribusi pupuk bahkan hanya satu minggu dapat berdampak signifikan terhadap penurunan produktivitas pertanian. “Karena tadi disampaikan bahwa keterlambatan satu minggu, itu akan berdampak terhadap penurunan produktivitas, dan apabila dinasionalkan, itu merugikan 100 triliun,” imbuhnya.

Polri Kawal Program Swasembada Pangan

Jenderal Sigit menegaskan bahwa Polri siap mendukung penuh pemerintah dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Ia menyatakan kesiapan institusinya untuk mewujudkan target Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

“Dan ini yang tentunya menjadi perhatian kita, sebagaimana arahan Bapak Presiden, kita sedang membuat roadmap ke depan. Selain untuk mewujudkan swasembada pangan, ke depan kita betul-betul bisa mewujudkan Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi lumbung padi dunia,” ucapnya.

Advertisement

Untuk itu, Kapolri memerintahkan seluruh jajaran Polri untuk mengawal pendistribusian pupuk secara optimal. “Dan saya perintahkan seluruh jajaran untuk ikut mengawal terkait dengan distribusi pupuk sehingga tepat sasaran, produktivitas dari petani juga betul-betul optimal, dan pencapaian dan peningkatan swasembada pangan yang sebagaimana ditargetkan oleh Bapak Presiden betul-betul bisa berjalan dengan maksimal,” tegasnya.

Profil PT Pupuk Kaltim

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) merupakan salah satu produsen pupuk urea dan NPK terbesar di Asia. Didirikan pada 7 Desember 1977, PKT awalnya dikelola oleh Pertamina sebelum pengelolaannya diserahkan kepada Departemen Perindustrian pada tahun 1975-1976. Sejak 2012, PKT resmi menjadi anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Bisnis utama Pupuk Kaltim meliputi produksi dan penjualan pupuk Urea, Amoniak, dan NPK untuk pasar domestik maupun internasional. Perusahaan ini mengolah bahan mentah menjadi pupuk, petrokimia, agrokimia, agroindustri, dan bahan kimia lainnya.

Manfaat Proyek Revamping

Proyek revamping amonia yang diresmikan hari ini memiliki beberapa tujuan strategis, antara lain:

  • Menurunkan konsumsi energi sebesar 4 MMBtu/ton amonia.
  • Menurunkan emisi CO2 sebesar 110 ribu ton per tahun melalui penghematan penggunaan gas alam.
  • Meningkatkan daya saing produk dengan penurunan Harga Pokok Produksi (HPP) amonia sebesar 16 USD/ton dan urea sebesar 10 USD/ton.

Nilai investasi untuk proyek revamping ini mencapai Rp 900 miliar.

Advertisement