Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Ocean Impact Summit (OIS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada 8-9 Juni 2026. Langkah strategis diambil dengan memperkenalkan OIS 2026 kepada ratusan peserta dalam acara Bali Ocean Days dan forum pertemuan ke-30 Coastal States Alliance (CSA) yang juga digelar di Bali.
Promosi Berkelanjutan untuk OIS 2026
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto Darwin, menyatakan bahwa promosi OIS 2026 dilakukan secara masif. “Di balik persiapan acara, kami juga terus menggaungkan substansi pelaksanaan OIS 2026. Semakin banyak pihak yang mengetahui, apalagi berpartisipasi, tentu akan banyak yang bisa kita hasilkan dari pelaksanaan OIS 2026,” ujar Doni dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).
Doni menjelaskan pemilihan dua ajang internasional tersebut didasari keselarasan tema yang dibahas dengan agenda OIS 2026. Bali Ocean Days, misalnya, menghadirkan perwakilan dari berbagai negara dan pimpinan organisasi nirlaba internasional. Konferensi ini fokus pada isu-isu krusial seperti pembangunan pesisir, konservasi terumbu karang, dan penanganan sampah laut.
Sementara itu, pertemuan ke-30 Coastal States Alliance (CSA) secara spesifik membahas upaya menjaga populasi perikanan tuna. Forum ini menjadi persiapan penting menjelang sidang Technical Committee on Allocation Criteria (TCAC) yang akan diselenggarakan di Perth, Australia, pada 3-6 Februari. Pertemuan CSA dihadiri oleh perwakilan negara-negara pantai dan organisasi perikanan yang merupakan anggota dari Komisi Tuna Samudra Hindia (IOTC).
Dukungan Internasional untuk OIS 2026
Salah satu peserta pertemuan ke-30 CSA, John Burton, yang juga pendiri organisasi The Sustainable Fisheries and Communities Trust (SFACT), menyambut baik dan menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan OIS 2026. Ia memastikan akan hadir pada acara tersebut.
“Pelaksanaan OIS adalah sinyal kepemimpinan Indonesia di sektor kelautan dan perikanan. Saya baru tau tentang OIS setelah melihat video presentasi di WEF lalu. Saya menyatakan saya akan datang.”
OIS 2026 rencananya akan diselenggarakan pada 8-9 Juni 2026 dengan mengusung tema Unlocking The Potential of the Blue Economy. Sebagai tuan rumah, Indonesia mendapatkan dukungan signifikan dari World Economic Forum serta Ocean X, sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi pada riset dan pengembangan teknologi kelautan.
Melalui penyelenggaraan perdana OIS ini, pemerintah Indonesia berambisi untuk mendorong inovasi dalam pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan, sejalan dengan prinsip ekonomi biru. Tujuannya adalah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus memastikan kesehatan ekosistem laut terjaga.






