Berita

Lima Tokoh Publik Akan Seleksi Hoegeng Awards 2026, Jamin Objektivitas dan Independensi

Advertisement

Jakarta – Proses seleksi Hoegeng Awards 2026 akan melibatkan lima orang Dewan Pakar yang terdiri dari tokoh publik profesional di bidangnya masing-masing. Pelibatan unsur eksternal Polri ini bertujuan untuk menjamin objektivitas dan independensi dalam pemilihan penerima penghargaan.

Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026

Dewan Pakar akan melakukan seleksi secara ketat untuk menutup peluang adanya titipan kandidat. Hoegeng Awards, yang diselenggarakan oleh detikcom bekerja sama dengan Polri, pertama kali digelar pada tahun 2022. Pada penyelenggaraan perdananya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi tiga polisi inspiratif pilihan masyarakat.

Setiap tahun, penghargaan ini berkembang. Pada tahun selanjutnya, Hoegeng Awards menambah dua kategori penghargaan, yaitu ‘Polisi Pelindung Perempuan dan Anak’ serta ‘Polisi Tapal Batas dan Pedalaman’. Dengan demikian, total ada lima kategori penghargaan yang diberikan kepada polisi teladan pilihan publik.

Untuk Hoegeng Awards 2026, kelima Dewan Pakar yang akan menyeleksi kandidat penerima penghargaan adalah:

Advertisement

  • Alissa Qotrunnada Wahid: Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia. Ia dikenal luas atas sumbangsihnya di sektor sosial, multikulturalisme, demokrasi, hak asasi manusia, dan gerakan Muslim moderat. Alissa juga merupakan komisaris PT Unilever dan Duta Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia sejak 2019. Ia meraih gelar sarjana dan magister psikologi dari Universitas Gadjah Mada.
  • Gufron Mabruri: Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2024-2028 dari unsur masyarakat. Gufron dikenal sebagai aktivis yang kerap terlibat dalam pemantauan dan advokasi hukum, HAM, dan reformasi sektor keamanan. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Imparsial (The Indonesian Human Rights Monitor) dan menempuh pendidikan S-1 di Institut Agama Islam Al-Aqidah Jakarta, serta S-2 di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Katholik Parahyangan.
  • Mas Achmad Santosa: Praktisi hukum dengan spesialisasi hukum lingkungan, tata kelola pemerintahan yang baik, dan pembaharuan hukum. Ia pernah menjabat Pelaksana Tugas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2009. Pria yang akrab disapa Otta ini juga merupakan pendiri dan CEO the Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI). Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas dan Master of Laws dari The Osgoode Hall Law School, York University.
  • Putu Elvina: Wakil Ketua Komnas HAM. Ia memiliki rekam jejak panjang di bidang perlindungan anak dan hak asasi manusia, termasuk menjabat sebagai anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat selama dua periode. Putu Elvina juga pernah bekerja di sektor sumber daya manusia di berbagai perusahaan dan mendapatkan penghargaan Australian Award Indonesia-Human Rights Leadership pada 2022.
  • Habiburokhman: Ketua Komisi III DPR RI dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Hukum di Universitas Lampung, S2 Hukum di Universitas Indonesia, dan S3 di Universitas Surakarta. Habiburokhman aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan terlibat dalam demonstrasi reformasi 1998. Ia terpilih menjadi anggota DPR RI sejak 2019.

Mekanisme Seleksi Hoegeng Awards 2026

Proses penjaringan kandidat Hoegeng Awards 2026 dimulai pada 27 Januari 2026 melalui pengusulan formulir digital. Pembaca detikcom dapat mengusulkan nama polisi yang dinilai patut menjadi teladan.

Berikut adalah mekanisme seleksi Hoegeng Awards 2026:

  1. Daftarkan anggota polisi yang dinilai patut menjadi kandidat penerima Hoegeng Awards 2026 melalui tautan yang disediakan.
  2. Isi identitas diri pengusul, termasuk nama lengkap, alamat email, dan nomor seluler.
  3. Isi identitas polisi kandidat, termasuk nama, pangkat, dan tempat berdinas. Sertakan foto dan video jika memungkinkan.
  4. detikcom akan memvalidasi informasi yang didaftarkan dan memberitakannya secara selektif.
  5. Kandidat yang terdaftar akan diseleksi menjadi 15 besar oleh Dewan Pakar, yang melibatkan tokoh masyarakat dan institusi kredibel di luar Polri.
  6. Aspek penilaian meliputi integritas dan dampak kepada masyarakat.
  7. 15 besar kandidat akan dibuatkan profil dan dilakukan uji publik di detikcom.
  8. Dari 15 besar, akan disaring menjadi 5 penerima penghargaan Hoegeng Awards 2026.
  9. Penerima penghargaan akan diumumkan pada Juli 2026.

detikcom mengajak masyarakat untuk berkontribusi mengawal perbaikan Polri melalui partisipasi dalam Hoegeng Awards 2026, yang usulan pembacanya diharapkan menjadi penyemangat bagi personel Polri untuk terus berbenah diri.

Advertisement