Berita

Mediasi Gagal, Guru Dipolisikan Orang Tua Murid di Tangsel Tetap Berlanjut

Advertisement

Polisi telah memfasilitasi mediasi antara seorang guru Sekolah Dasar di Tangerang Selatan (Tangsel) dengan orang tua murid yang melaporkannya. Namun, upaya damai tersebut dilaporkan menemui jalan buntu.

Mediasi Buntu di Mapolres Tangsel

Proses mediasi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo ini digelar di Mapolres Metro Tangerang Selatan pada Rabu (28/1/2026). Sayangnya, mediasi tidak mencapai kesepakatan.

“Untuk saat ini pelapor memutuskan untuk tetap melanjutkan laporan polisi yang sudah dilaporkan di Polres Tangerang Selatan,” ujar Boy dalam keterangannya pada Kamis (29/1/2026). Boy menambahkan bahwa mediasi tersebut sejatinya dilakukan demi masa depan sang anak. Pihak kepolisian berharap kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan damai.

Meskipun mediasi belum berhasil, guru yang bersangkutan telah menyampaikan permintaan maafnya dan menegaskan bahwa nasihat yang diberikan adalah demi kebaikan siswa tersebut. Pelapor, menurut Boy, masih membuka ruang untuk mediasi lebih lanjut atau restorative justice di kemudian hari.

Duduk Perkara Pelaporan Guru

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan duduk perkara kasus guru SD di Tangsel yang dilaporkan ke polisi akibat menasihati muridnya. Pelaporan ini timbul karena orang tua murid merasa tidak terima dengan perkataan guru tersebut.

Advertisement

“Jadi pada saat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar seorang siswa ini diduga katakan ada perkataan kurang ajar oleh salah satu teman guru, yang bersangkutan si anak melaporkan pada orang tua. Orang tua mencoba untuk bertemu dengan guru menyampaikan, tetapi tidak ada titik temu,” ungkap Budi kepada wartawan pada Rabu (28/1/2026).

Menurut Budi, pihak orang tua murid awalnya meminta guru tersebut untuk meminta maaf di depan kelas dan disaksikan oleh banyak orang. Namun, karena tidak tercapai kesepahaman terkait konflik ini, orang tua murid akhirnya menempuh jalur hukum.

“Ada permohonan maaf dari guru kepada siswa tersebut, tetapi ini ditunggu mulai Agustus sampai Desember 2025 tidak ada permintaan maaf di depan forum atau di depan kelas artinya disaksikan orang banyak nah akhirnya membuat laporan,” jelas Budi.

Advertisement