Berita

Polda Metro Jaya Tingkatkan Patroli di Titik Rawan Tawuran Jelang Ramadan 2026

Advertisement

Menjelang bulan suci Ramadan 2026, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menggelar operasi rutin yang ditingkatkan bertajuk ‘Pekat Jaya 2026’. Operasi ini difokuskan untuk memberantas kriminalitas jalanan, termasuk aksi tawuran yang kerap mewarnai bulan penuh berkah tersebut.

Operasi Pekat Jaya 2026: Fokus 14 Hari

Operasi Pekat Jaya 2026 akan berlangsung selama 14 hari, dimulai pada Rabu, 28 Januari 2026, hingga 11 Februari 2026. Selama periode tersebut, ratusan personel gabungan dikerahkan untuk memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda Metro Jaya, meliputi Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Depok.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, memimpin apel pasukan sebagai tanda dimulainya operasi. Ia menekankan bahwa operasi ini merupakan perwujudan tugas pokok Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum. Namun, ia menjamin bahwa seluruh pelaksanaan operasi akan dilakukan secara humanis dan profesional.

“Melalui operasi ini, Polri akan melaksanakan penegakan hukum secara tegas terhadap berbagai bentuk premanisme, kekerasan jalanan, dan tindak pidana lainnya. Namun demikian, setiap tindakan di lapangan harus dilaksanakan secara profesional proporsional, sesuai prosedur,” ujar Irjen Pol Asep Edi Suheri.

Sasaran Operasi: Tawuran dan Geng Motor

Irjen Pol Asep Edi Suheri mengungkapkan bahwa tren kejahatan cenderung meningkat menjelang Ramadan. Oleh karena itu, jajarannya diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap berbagai penyakit masyarakat, seperti tawuran dan aksi geng motor.

“Menjelang bulan Ramadan gangguan Kamtibmas cenderung mengalami peningkatan, terutama berupa tawuran, aksi keributan geng motor, aktivitas premanisme serta berbagai bentuk kejahatan jalanan lainnya,” kata Irjen Asep Edi Suheri.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kejahatan ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk konsumsi minuman keras, provokasi melalui media sosial, serta tekanan sosial ekonomi yang meningkat menjelang bulan suci Ramadan.

Advertisement

“Kondisi tersebut dipicu oleh berbagai faktor, antara lain konsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang, provokasi melalui media sosial serta tekanan sosial ekonomi yang meningkat menjelang bulan suci Ramadan,” jelasnya.

Patroli di Daerah Rawan Ditingkatkan

Personel yang bertugas akan difokuskan di daerah-daerah yang teridentifikasi rawan kejahatan dan tawuran. Polda Metro Jaya telah memetakan wilayah-wilayah tersebut, termasuk kawasan Manggarai dan Jalan Jenderal Basuki Rachmat (Basura).

“Nanti kita akan fokus di wilayah hukum Jakarta Pusat, Jakarta Timur, yang sering, termasuk Jakarta Selatan. Itu yang wilayah perbatasan akan kita tempatkan pos pantau dan juga mobile dari patroli gabungan,” tutur Irjen Asep.

Selain itu, polisi juga akan proaktif mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan imbauan kepada para siswa agar tidak terlibat dalam aksi tawuran. Patroli siber juga digencarkan untuk memantau aktivitas di dunia maya yang berpotensi memicu kericuhan.

Irjen Asep kembali menekankan pentingnya pendekatan humanis namun tetap tegas dalam bertindak, serta profesional dan proporsional sesuai aturan yang berlaku.

“Pahami karakteristik wilayah tugas dan tingkatkan kewaspadaan, serta responsif terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan. Kedepankan pendekatan yang humanis dan orientasi pelayanan, sehingga pelayanan polisi benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” pungkasnya.

Advertisement