Banjir yang menggenangi sejumlah titik di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Kamis (29/1/2026) pagi, menyebabkan kemacetan parah di jalan penghubung vital antara Jakarta dan Tangerang. Seorang warga, Valentina N, mengaku harus menghabiskan waktu hingga tiga jam terjebak di tengah kemacetan akibat genangan air tersebut. Kondisi ini membuatnya terpaksa membatalkan niatnya untuk berangkat ke kantor.
Valentina menceritakan pengalamannya yang berangkat dari rumah di kawasan Cengkareng sekitar pukul 07.00 WIB dengan tujuan kantor di Grogol. Perjalanan yang seharusnya lancar justru berubah menjadi mimpi buruk saat ia mulai menemui genangan air di kawasan Tegal Alur, Taman Kencana, hingga Taman Palem. Di titik tersebut, lalu lintas sudah mulai merayap.
Memasuki kawasan Rawa Buaya sekitar pukul 08.20 WIB, kemacetan semakin tak terhindarkan. Ketinggian air di dekat Halte Pulo Nangka, Cengkareng, dilaporkan mencapai lebih dari 30 sentimeter, setara dengan ketinggian lutut orang dewasa. Dalam sebuah video yang ia unggah di Instagram Story, terlihat banyak pengendara motor terpaksa mematikan mesin dan mendorong kendaraan mereka karena banjir.
“Motor mogok yang kecil ya,” ucapnya, menggambarkan situasi yang terjadi. Valentina sempat mencoba beralih ke jalur cepat untuk mencari celah, namun kemacetan tak kunjung terurai. Setelah dua jam berjuang dalam antrean kendaraan yang nyaris tak bergerak, ia memutuskan untuk berbalik arah dan pulang ke rumah.
“Aku pelan-pelan jalan ke jalur cepat, ya nunggu 2 jamlah sampe ke Halte Jembatan, baru tuh fotoin deh, dan stuck di situ, cuma jalan lagi sampai Halte Pulo Nangka tapi nggak sanggup lihat banyak motor mogok, jadi puter balik deh pulang,” ujarnya.
Situasi lalu lintas di Jalan Daan Mogot pada pagi itu digambarkan sangat kacau. Banyak pengendara motor yang nekat melawan arah atau masuk ke jalur Transjakarta demi menghindari genangan. “Dan itu pun masih menyiksa karena kendaraan sudah nggak beraturan jalannya, ada yang lawan arah, lewat jalur busway , ada yang diem karena mogok, ya chaos deh,” keluhnya.
Valentina menambahkan bahwa Jalan Daan Mogot memang kerap tergenang banjir setelah hujan deras dengan durasi yang cukup lama. Ia berharap ada solusi penanggulangan banjir yang lebih efektif, terutama terkait pengelolaan sampah yang seringkali menyumbat saluran air.
“Mending sampah diolah yang bener dan banjir yang terjadi di Daan Mogot karena sumbatan air sebenarnya, balik lagi karena sampah yang tidak dikelola dengan baik. Menurut saya nggak usah modifikasi cuaca, percuma buang uang, dampaknya pun jadi ke daerah lain kasihan,” tuturnya.






